Pelaku UMKM Kabupaten Gorontalo Terima Bantuan, Bupati Sofyan : Gunakan Sebaik – Baiknya

Penyerahan bantuan UMKM di Kabupaten Gorontalo. Foto Istimewa

Pojok6.id (Limboto) – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM harus dimanfaatkan sebagai penguatan modal usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Hal itu disampaikan Bupati Sofyan, usai menyerahkan bantuan UMKM di Kantor Lurah Kayubulan melalui program Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sebelumnya penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Telaga Biru pada Senin (31/8/2026) sebanyak 115 pelaku UMKM, sementara 282 penerima lainnya mendapat bantuan di Kantor Lurah Kayubulan, Kecamatan Limboto, Selasa (1/9/2026). Sehingga total keseluruhan 397 pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo menerima bantuan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp992,5 juta.

Read More
banner 300x250

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.

Bantuan disesuaikan dengan karakteristik usaha penerima, antara lain kelompok pembuat kue, warung makan, usaha gorengan, serta kios atau sembako. Komoditas yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung beras, susu kental manis, margarin, hingga mi instan.

“Bantuan ini diarahkan sebagai modal usaha. Harapannya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk mengembangkan modal jualan bapak dan ibu,” ujar Sofyan

Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga memperkuat ekosistem UMKM melalui dukungan permodalan, pendampingan teknis, dan perluasan akses pasar. Tahun ini, Pemkab Gorontalo mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk program penguatan dan pengembangan UMKM.

Dukungan permodalan juga dilakukan melalui program Perempuan Hebat yang bekerja sama dengan Bank SulutGo dan TP PKK Kabupaten Gorontalo. Program tersebut memberikan akses pembiayaan usaha hingga di bawah Rp10 juta tanpa agunan dengan bunga sekitar 3 persen per tahun.

Untuk meningkatkan kualitas produk, pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Telaga, termasuk pendampingan produksi, kemasan, dan pemasaran.

Pemkab Gorontalo juga mengembangkan UMKM Center atau Pusat Oleh-Oleh Gorontalo di Telaga sebagai ruang pemasaran produk lokal.

“Dengan kolaborasi ini, kita berharap pelaku UMKM semakin mandiri, berkembang dan naik kelas, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” harapnya. (adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60