Jaga Identitas Daerah, Bupati Sofyan Perkuat Bahasa Gorontalo di Ruang Publik

Bupati Sofyan saat membuka Lomba budaya (pidato berbahasa daerah Gorontalo antar kepala lingkungan se Kecamatan Limboto. Foto Tiwi

Pojok6.id (Limboto) – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, terus memperkuat bahasa Gorontalo di ruang publik melalui berbagai kegiatan. Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah.

Hal itu dapat dilihat dengan pelaksanaan lomba budaya (pidato berbahasa daerah Gorontalo antar kepala lingkungan se Kecamatan Limboto, dalam rangka memeriahakan HUT Kemerdekaan RI ke 81 tingkat Kabupaten Gorontalo, di Warkop Love Stori Limboto. Sabtu malam (15/8/2026).

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi mengatakan, langkah tersebut perlu dilakukan karena penggunaan bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari terus berkurang.

Ia mengungkapkan, informasi dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menunjukkan jumlah penutur bahasa Gorontalo semakin menurun, sementara penggunaan bahasa daerah kini banyak bercampur dengan bahasa Melayu.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan pihak Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Sesuai penyampaian mereka, penutur atau masyarakat yang menggunakan bahasa Gorontalo makin berkurang,” ungkapnya

Ia mengatakan pemerintah daerah akan mendorong bahasa Gorontalo, tidak hanya digunakan dalam kegiatan budaya, tetapi juga hadir dalam ruang publik dan kehidupan masyarakat.

Salah satu gagasan yang didorong adalah penggunaan bahasa Gorontalo dalam khotbah Jumat, serta kegiatan lain yang memungkinkan penggunaan bahasa daerah secara lebih luas.

“Budaya itu berawal dari bahasa. Bahasa ibu kita adalah bahasa Gorontalo. Kalau dahulu pergaulan sehari-hari di rumah menggunakan bahasa Gorontalo, hari ini hal itu sudah sangat berkurang. Maka kegiatan seperti ini sangat penting untuk kita dukung bersama,” tegasnya.

Langkah lain yang disiapkan pemerintah daerah adalah memperkuat literasi bahasa Gorontalo, melalui penyediaan dan pembagian kamus bahasa daerah.

Selain itu, Pemerintah juga telah mendorong kegiatan serupa, termasuk lomba bahasa Gorontalo bagi jajaran kepala dinas, sebagai bagian dari upaya membiasakan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan pemerintahan.

“Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggelar lomba serupa untuk jajaran Kepala Dinas beberapa bulan lalu. Ke depan, kita ingin berdayakan literasi daerah seperti buku khotbah dan kamus bahasa Gorontalo agar generasi muda kita dapat terus melestaikannya,” tutupnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60