Harfest 2026 Resmi Digelar, 165 UMKM Gorontalo Unjuk Produk Kreatif dan Warisan Budaya

Pemukulan alat musik Polopalo oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama sejumlah pejabat yang menandai pembukaan Harfest 2026 di GPCC, Kota Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Hulonthalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026 kembali hadir sebagai ruang promosi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang digelar di Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026), tersebut melibatkan 165 pelaku UMKM dari berbagai sektor kreatif.

Harfest 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo”. Festival ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan nama Hulonthalo Art & Craft Festival atau HACF dan telah dilaksanakan sejak 2020.

Tahun ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Dekranasda Provinsi Gorontalo, melakukan perubahan identitas dari HACF menjadi Harfest. Perubahan tersebut diarahkan untuk memperluas ruang pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, karnaval, serta inovasi produk UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Read More

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, saat membuka Harfest 2026 menekankan pentingnya peningkatan peran dunia usaha, dalam keberlanjutan kegiatan promosi dan pengembangan UMKM.

“Tahun depan dunia usaha yang harus tampil di depan untuk kegiatan seperti ini, pemerintah memandunya dari belakang. Dengan begitu akan terjadi transaksi bisnis yang sepenuhnya didasarkan pada permintaan pasar dan ketersediaan suplai,” kata Gusnar.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi, yang lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha untuk berkembang.

Kehadiran UMKM pada Harfest 2026 juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, sebanyak 165 UMKM terlibat dalam gelaran tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang melibatkan 135 UMKM.

Beragam produk unggulan daerah ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari wastra warisan budaya Gorontalo, olahan pangan, hingga berbagai produk kerajinan khas daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian pada Harfest 2026 adalah pengenalan kain tenun Gorontalo, yang dipadukan dengan teknik karawo sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas produk daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan, kolaborasi bersama Dekranasda dilakukan untuk memperkenalkan kain tenun Gorontalo sebagai salah satu produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

“Tahun ini kami bekerja sama dengan Dekranasda memperkenalkan kain tenun Gorontalo. Ciri khasnya ada pada perpaduan kain tenun dan karawo,” ungkap Bambang.

Harfest 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2026. Selain menjadi ruang promosi produk UMKM, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan, serta berbagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Gorontalo.

Pembukaan Harfest 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kusuma, Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan, unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra strategis Bank Indonesia. (Adv)

Related posts