Pojok6.id (Gorontalo) – Rangkaian Gorontalo Coffee Week (GCW) 2026 memasuki salah satu agenda puncaknya melalui Final Latte Art Competition, yang mempertemukan empat finalis terbaik, setelah melewati rangkaian kompetisi yang diikuti oleh 32 peserta dari berbagai daerah.
Kompetisi Latte Art GCW 2026 diikuti oleh peserta yang berasal dari Gorontalo, Kotamobagu, Tondano, Minahasa, hingga Manado. Setelah melalui tiga round yang dilaksanakan di lantai 2 GPCC, empat peserta berhasil melaju ke babak final.
Keempat finalis tersebut, yakni Geflin Suleman dari Tana Teman, Achamad Fauzy Az Zamkhasyary dari Euphoria Roaster, Moh. Zulfikar Hamsah Ibrahim dari Everyday Coffee dan Kevin Kho dari Individu.
Babak final berlangsung dengan konsep Stage Presentation, di mana setiap finalis tampil satu per satu di hadapan dewan juri dan penonton. Pada babak ini, masing-masing peserta ditantang untuk membuat dua pattern latte art: satu pattern yang telah ditentukan oleh panitia dan satu pattern pilihan peserta sendiri.
Format tersebut memberikan ruang bagi para finalis, untuk menunjukkan tidak hanya kemampuan teknis dalam membuat latte art, tetapi juga kreativitas, konsistensi, serta karakter masing-masing melalui karya yang mereka tampilkan secara langsung di atas panggung.
Final Latte Art Competition GCW 2026 turut menghadirkan tiga juri yang memiliki pengalaman di tingkat nasional dan regional, yaitu Andry Mahardhika dari Each Other Coffee Jogja, yang merupakan National Judge dan bertugas sebagai Head Judge; Echi Mahardhika dari Each Other Coffee Jogja, National Judge sekaligus Visual Judge; serta Audy Langkay, Trainer Esspecto Coffee dan Juara Bezzera Latte Art Competition Wilayah Indonesia Timur, yang bertugas sebagai Visual Judge.
Babak final juga dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Gorontalo Coffee Week 2026 sekaligus perkembangan ekosistem kopi dan kreativitas di daerah.
