Pojok6.id (Gorontalo) – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mendorong Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), untuk memperkuat perannya dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Gusnar, saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) dalam Mendukung Program Prioritas Nasional, sekaligus Pengukuhan DPD-DPC ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa se-Provinsi Gorontalo Masa Bakti 2026-2031, di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (12/8/2026).
Gubernur Gusnar mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, BPD memiliki peran penting dalam menampung aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan, serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Di desa adalah ujung tombak terdepan daripada pelaksanaan program. Di sana ada kepala desa, di sana ada Badan Permusyawaratan Desa,” ujar Gusnar.
Ia berharap ABPEDNAS dapat menjadi jembatan antara BPD dan kepala desa, sehingga aspirasi masyarakat dapat berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan.
“Kami sangat berharap dan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan ABPEDNAS, untuk memacu pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di desa,” katanya.
Gusnar juga mengungkapkan rencana pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo. Program strategis Presiden RI yang didukung Danantara tersebut, diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus membantu mengatasi kemiskinan di daerah. Menurutnya, ABPEDNAS memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak program tersebut, karena memiliki jaringan hingga tingkat desa.
“Ketika melihat ABPEDNAS ini, saya langsung percaya diri, karena inilah mentor-mentor dan promotor-promotor yang akan menyelenggarakan program ini,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa yang baru dikukuhkan, dapat memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga desa. (Adv)








