Pojok6.id (Gorontalo) – Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, terlihat mendatangi Rumah jabatan (Rujab) Gubernur Gorontalo, pada Rabu malam (7/1/2026).
Kedatangan para pejabat tinggi pratama itu, diketahui dalam rangka memenuhi panggilan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, terkait dengan evaluasi kinerja, serta soal perombakan OPD dilingkungan Pemprov Gorontalo.
Dimulai sejak pukul 19:00 WITA, 14 kepala OPD dan 1 staf ahli, satu per satu dipanggil dan diwawancarai secara khusus oleh Gubernur, Gusnar Ismail.
Perubahan pada pimpinan OPD ini menjadi bagian dari penataan organisasi birokrasi yang lebih baik, sekaligus untuk memperkuat konsolidasi pemerintahan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie kedepan.
Adapun pertemuan tersebut, diawali dengan Kadis Diskumperindag, Kadis DKP, Kadis Perhubungan, Kepala Inspektorat, Staf Ahli Gubernur, Sekretaris Deprov, Kadis Dikbud, Kadis Pariwisata, Kadis PU, Kadis Kominfo, Kadis Diarpus, Kadis PM-PTSP, Kadis DLHK, Kalak BPBD dan terakhir Kadis Pora.
Berikut rangkuman wawancara pimpinan OPD, usai pertemuan dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rujab Gubernur Gorontalo.
1). Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge :
“Beliau mengevaluasi kinerja, pencapaian dan prestasi kita selama 10 bulan, dan perkembangan program. Soal ditempatkan dimana saja, sejak awal kita harus siap. Terakhir beliau menanyakan bagaimana soal peningkatan penerimaan daerah.”
2). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe :
“Beliau menanyakan terkait teknis pengembangan rumput laut yang ada di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Soal mutasi itu ranah beliau, saya siap ditempatkan di mana saja.”
3). Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro :
“Saya biasa diundang beliau, kapan saja saya siap untuk membahas program-program. Seperti pembukaan kembali layanan penerbangan Manado-Gorontalo-Makassar, atau Manado-Gorontalo-Jakarta. Soal perombakan, itu hak dari Pak Gubernur, selaku ASN tentu siap membantu pak Gubernur.”
4). Kepala Inspektorat Provinsi Gorontalo, Zukri Suratinojo :
“Pak Gubernur menyinggung apakah kerja sama perlu dilanjutkan. Itu pernyataan tendensius, tapi sebagai ASN saya siap. Beliau juga menanyakan strategi mengefektifkan PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.”
5). Staf Ahli Gubernur, Masran Rauf :
“Beliau lebih menegaskan kepada saya bagaimana penataan struktur yang baik. Sehingga peluang yang beliau dapat dari pusat mampu dijawab dan diambil oleh OPD terkait. Soal isu perombakan, saya sami’na wa atho’na.”
6). Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad :
“Saya ditanya soal sudah berapa tahun dijabatan ini, dan saya jawab sudah tiga tahun menjabat. Soal perombakan, sebagai ASN saya siap ditempatkan di mana saja.”
7).Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi :
“Pak Gubernur ingin memastikan komitmen kita sebagai bawahan beliau. Terutama komitmen untuk melaksanakan program yang dicanangkan oleh beliau, karena tahun 2026 ini adalah tahun kita harus runing. Soal perombakan, itu kewenangan tim penilai kinerja dan pimpinan. Pak gubernur juga mengarahkan semangat dan loyalitas sebagai ASN, terutama untuk mensupport beliau dalam program kegiatan di 2026.”
8). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain :
“Pertemuan malam ini pak Gubernur mengharapkan bagaimana sumber daya yang kita punya meningkatkan penerimaan, dan program unggulan. Kita tahu salah satu penggerak ekonomi ini adalah Pertanian, dan NTP kita sekarang naik. Pak Gubernur juga menanyakan kesiapan untuk bekerjasama, dan sebagai ASN kita harus siap.”
9). Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Aris Ardianto :
“Pak gub ingin memastikan komitmen saya, terhadap kinerja selama ini. Tentu beliau mempunyai penilaian-penilaian terhadap kinerja saya yang kurang lebih hampir satu tahun ini. Sehingga saya diminta komitmennya, soal penempatan, dimana saja saya siap.”
10). Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo, Sri Wahyuni :
“Pak gub menanyakan terkait kondisi Diskominfotik, pasca kita naik level, tadinya kita hanya tipe B dengan tiga bidang, nah di tahun 2026 dengan pembaruan SOTK kami tipenya menjadi A plus dengan lima bidang. Tentunya ini menjadi suatu tantangan. Soal perombakan, saya siap ditempatkan dimana saja.”
11). Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto :
“Tadi kami berbicara program di dinas. Kalau soal mutasi dan rotasi itu memang disinggung sedikit, tapi yang lebih fokus dibicarakan itu terkait program, seperti bagaimana cara untuk meningkatkan budaya literasi, minat baca masyarakat, dan bagaimana pengelolaan kearsipan selama ini dilaksanakan. Soal perombakan, sebagai anak buah kita harus siap dimana saja.”
12). Kepala Dinas PM-PTSP Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe :
“Beliau menyampaikan kepada saya apakah saya siap, tentu sebagai ASN dimana saja dan kapan saja ditempatkan kita harus siap. Kemudian beliau menanyakan terkait dengan kegiatan yang sudah kita lakukan selama ini.”
13). Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Faisal Lamakaraka :
“Kurang lebih setahun kita selama ini mendampingi beliau, dan pak gubernur sudah menilai sejauh mana kinerja kita. Sehingga intinya kalau saya ditanyakan siap untuk bekerja sama, tentu sebagai ASN yang sudah disumpah dan belum sampai dengan batas waktu pensiun, tentu sulit untuk menolak kalau memang diberikan kepercayaan itu.”
14). Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Bambang Tri Handoko :
“Tadi didalam kami ngobrol penuh kehangatan dan kekeluargaan. Beliau menanyakan kabar, karena kan sudah beberapa hari tidak ketemu langsung, karena saya juga sering di lokasi bencana. Soal perombakan sebagai bawahan, kita siap selalu sesuai perintah pimpinan.”
15). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim :
“Tadi saya sudah menyampaikan program kerja selama ini. Prinsipnya sebagai ASN, kami siap ditempatkan dimana sana, dengan bekerja secara profesional, loyalitas dan sesuai mekanisme yang ada. Soal dimana penempatan itu haknya pak Gubernur.”
Untuk jadwal pelantikan sendiri, sampai saat ini masih belum bisa dipastikan. Namun dengan demikian, pertemuan Gubernur dan para pimpinan OPD ini, menandakan bahwa penyegaran birokrasi dilingkungan Pemprov Gorontalo, hanya tinggal menunggu waktu saja. (adv)








