Pojok6.id (Gorontalo) – Sebanyak 800.000 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di seluruh Indonesia resmi diakad secara massal, Selasa (21/10/2025). Acara tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dari pusat acara di Surabaya, serentak diikuti secara daring (Online) 38 Provinsi di seluruh Indonesia.
Di Provinsi Gorontalo sendiri, acara berlangsung di halaman Rumah jabatan (Rujab) Gubernur Gorontalo, yang dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, para pimpinan penyalur dan penyedia KUR, serta 250 debitur penerima KUR periode Juli hingga Oktober 2025 dari berbagai Kabupaten dan Kota di Gorontalo.
Wakil Gubernur, Idah Syahidah menilai pencairan pinjaman KUR ini penting sebagai instrumen, memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah. Melalui KUR, para pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk memperluas usahanya, dengan bunga yang ringan dan persyaratan yang mudah.
“Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah, dalam mendorong ekonomi rakyat. Kami berharap akan lahir semakin banyak wirausaha baru, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan ekonomi Gorontalo semakin kuat,” ungkap Idah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan bunga hanya 6 persen per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta. Skema ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang selama ini kesulitan memperoleh modal. Ia menambahkan, KUR bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan modal kepercayaan yang harus dijaga dengan tanggung jawab dan komitmen tinggi.
“Gunakanlah dana ini secara bijak dan produktif. Jadikan sebagai modal untuk berkembang, bukan sekadar tambahan pinjaman. Dengan pengelolaan yang baik, para pelaku UMKM dapat membuktikan bahwa mereka mampu tumbuh dan mandiri,” pesan Idah.
Melalui momentum akad massal ini, Idah berharap bisa mendorong lahirnya wirausaha baru di Gorontalo serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.
“Saya juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge mengungkapkan, bahwa hingga saat ini jumlah debitur KUR di Gorontalo tercatat sebanyak 9.158 orang dengan total nilai kredit Rp454 miliar.
“Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain yang sudah mendekati Rp1 triliun. Artinya masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas penyaluran KUR di Gorontalo,” jelas Risjon.
Lanjut, Risjon menambahkan, bahwa Pemerintah berharap dengan meningkatnya akses permodalan bagi pelaku UMKM, ekonomi mikro di Gorontalo dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hadir di lokasi yang sama, Kepala BRI Cabang Gorontalo, Komang Wahyu menegaskan, sebagai salah satu penyalur, bank BRI berkomitmen untuk mendukung penuh program penyaluran KUR di seluruh Indonesia, terutama di Gorontalo, dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah.
“Untuk penyaluran KUR kami sampai dengan Oktober ini, itu sudah diangka Rp75 Miliar atau sekitar 1.700 nasabah yang sudah kami salurkan. Mudah-mudahan dengan adanya penyaluran ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat, serta pembayaran masyarakat juga bisa lancar selalu,” harap Komang. (Adv)








