Dorong Ekonomi Syariah, Bank Indonesia Gorontalo Gelar Festival Produk Halal Milenial

Produk Halal Milenial
Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel (Tengah) bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim (keempat kiri), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ronny Widijarto (kedua kanan) dan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou (ketiga kiri), saat membuka Festival Produk Halal Milenial. (Foto : Alan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Dalam mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan (BI) gorontalo menggelar festival produk halal milenial, yang dilaksanakan di Lapangan Ippot Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/3/2022).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Bank Indonesia Gorontalo, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pemerintah daerah, dan elemen masyarakat di seluruh Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 26-28 Maret 2022. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi showcase, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Syariah Gorontalo, fashion show, talkshow, sosialiasi dan edukasi, lomba nasyid, lomba tarian kreasi islam, lomba wirausaha muda syariah, business matching serta booth layanan UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ronny Widijarto, dalam pembukaanya mengatakan, sebagai daerah yang mayoritas muslim, Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah.

Read More
banner 300x250

“Saya melihat di Provinsi Gorontalo punya potensi besar, karena masyarakatnya mayoritas Islam, dan tentunya ini butuh dukungan dan kerja sama seluruh pihak dalam mendorong kemajuan syariah di Gorontalo” Ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPR,Rachmat Gobel yang juga membuka kegiatan tersebut, berharap dalam festival ini akan lahir produsen-produsen produk halal dari Gorontalo.

“Ini sesuai visi Presiden Joko Widodo bahwa membangun Indonesia harus dari pinggiran. Itu artinya dari desa, dari daerah-daerah seperti Gorontalo ini. Jadi, bagaimana kita bisa membina dan melahirkan produk desa menjadi produk lokal, produk lokal menjadi produk nasional, lalu produk nasional menjadi produk global” Tuturnya. (Adv/Lan)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60