Dianugerahi Gelar Adat Pulanga Tauwa Lo Lahuwa, Bupati Sofyan : Amanah Besar

Bupati Sofyan saat diwawancarai usai prosesi adat pulanga. Foto Tiwi

Pojok6.id (Limboto) – Bupati Gorontalo Hi. Sofyan Puhi, diangerahkan gelar adat Pulanga Tauwa Lo Lahuwa dari Dewan Adat dan Lembaga Adat Gorontalo.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat, Hi. Sofyan Puhi bersama istri, Ny. Maryam Sofyan Puhi, berangkat dari rumah adat Banthayo Poboide menuju Yiladia di rumah jabatan Bupati Gorontalo, dengan menaiki bendi atau delman, didampingi para petinggi adat Lo Limutu.

Saat diwawancara usai prosesi adat, Bupati Sofyan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan pulanga, terutama kepada seluruh masyarakat juga kepada seluruh tamu undangan.

Read More
banner 300x250

Sofyan menjelaskan pelaksanaan adat ini adalah dalam rangka komitmen untuk menjaga budaya Gorontalo.

“Sebab ini adat pulanga sejak Almarhum David Bobihoe akieb di tahun 2007 sekitar 19 tahun, ini dalam rangka pelestarian budaya,” kata Sofyan

“Ini merupakan kewajiban kita semua dalam rangka bagaimana menjaga, melestarikan dan bagaimana budaya Gorontalo ini bisa dimiliki generasi muda kedepan,” tambahnya

Bupati Sofyan menyampaikan arti dari adat ini yakni upaya dari seluruh lembaga adat, pemangku adat untuk mengharapkan pemerintahan berjalan dengan koridor dengan benar, baik regulasinya maupun dengan adat istiadatnya.

“Dan ini amanah yang besar, bagaimana pesan pesan tahuda dengan para bate bate, itu pesan yang luar biasa. Tahuwa itu artinya pimpinan negeri, yang artinya memimpin negeri ini dan Lo Lahuwa itu banyak orang. Jadi tidak sekedar penghargaan tapi kontrol dan menjaga diri, dengan ini saya sudah di jaga oleh adat,” jelas Sofyan

Terakhir, kata Sofyan, dirinya sempat menolak dua kali atas permintaan lembaga adat, namun untuk tawaran yang ke tiga dirinya sudah menyetujui akan di anugerahkan adat tersebut.

Dirinya menjelaskan alasan menolak pertama masih memfokuskan ruang untuk bekerja, kedua masih melihat juga kondisi rakyat hari ini, tetapi untuk yang ketiga dirinya sudah tidak bisa menolak lagi.

“Karena dalam visi misi kita itu membangun sumber daya manusia Kabupaten Gorontalo yang beragama, berbudaya, unggul dan kompetitif, dan gelar adat ini merupakan misi saya, jadi jika saya menolak berarti saya tidak melaksanakan misi saya sendiri,” tandasnya. (adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60