Dari Mangrove ke Meja Makan: Riset UNG Ungkap Potensi Ketahanan Pangan di Teluk Tomini

(Foto: UNG)

Pojok6.id (UNG) – Penelitian tentang struktur komunitas mangrove di pesisir Teluk Tomini, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menghadirkan temuan penting yang tidak hanya menggambarkan kondisi ekosistem, tetapi juga membuka peluang besar dalam mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Riset yang dilakukan oleh Fauzia Zees, Rieny Sulistijowati S, dan Lukman Mile dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini, secara khusus menganalisis jenis mangrove dominan sebagai dasar pengembangan budidaya berkelanjutan. Penelitian tersebut merupakan bagian dari program hibah riset BIMA Dikti Saintek.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ceriops tagal menjadi spesies paling dominan di sejumlah lokasi pengamatan, khususnya di Desa Dulangeya. Dominasi ini tercermin dari tingginya nilai kerapatan, frekuensi, dan dominansi dibandingkan jenis mangrove lainnya. Kondisi tersebut menandakan kemampuan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan pesisir, sekaligus potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan.

Read More
banner 300x250

Para peneliti menekankan bahwa jenis mangrove yang dominan seperti Ceriops tagal, perlu menjadi prioritas dalam program budidaya. Selain mudah tumbuh dan tersedia dalam jumlah melimpah, pemanfaatannya dinilai tidak akan mengganggu keseimbangan ekosistem, jika dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Lebih jauh, penelitian ini juga menyoroti inovasi pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan alternatif. Salah satunya adalah pengolahan buah mangrove menjadi tepung, yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan pangan, terutama bagi masyarakat pesisir.

Menurut Rieny Sulistijowati S, langkah ini menjadi sangat strategis di tengah potensi gangguan rantai pasok pangan global, termasuk dampak konflik di kawasan Teluk. Ia menegaskan bahwa penguatan sumber pangan lokal, merupakan solusi adaptif yang berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan alternatif dapat menjadi langkah nyata, dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah terkait struktur komunitas mangrove di Teluk Tomini, tetapi juga menawarkan arah pemanfaatan inovatif yang ramah lingkungan. Pengembangan budidaya mangrove berbasis jenis dominan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir di Gorontalo. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60