Berlangsung Sukses, Ketua Srikandi Jaga Desa Dorong Islamic Fashion Carnaval Jadi Agenda Kreatif Daerah

Ketua Srikandi Jaga Desa Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi saat memberikan sambutan pada kegiatan Islamic Fashion Carnaval. Foto Tiwi

Pojok6.id (Limboto) – Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Ketua Srikandi Jaga Desa Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mendorong agar Islamic Fashion Carnaval tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Kegiatan tersebut, menurutnya, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif daerah, yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

Mulai dari sekolah, madrasah, pesantren, organisasi perempuan, komunitas pemuda, pemerintah desa, pelaku UMKM hingga komunitas ekonomi kreatif dapat dilibatkan.

Read More
banner 300x250

“Kami berharap Islamic Fashion Carnaval bisa terus dikembangkan. Tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi dapat menjadi salah satu agenda kreatif Gorontalo yang mengangkat nilai Islam, budaya lokal, kreativitas anak muda sekaligus memberikan ruang bagi UMKM,” ucapnya, Kamis,(3/9/2026).

Menurutnya, jika dikembangkan secara konsisten, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk soft diplomacy budaya Gorontalo, sekaligus memperkenalkan kreativitas daerah kepada masyarakat luar.

Olehnya, Maryam mengapresiasi Semarak Islamic Fashion Carnaval dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang di gelar di Menara Limboto.

Menurutnya, sukses dan meriahnya pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat, terhadap kegiatan yang mampu memadukan nilai-nilai keagamaan, budaya, seni, kreativitas dan pemberdayaan generasi muda.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, pemerintah daerah, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, para orang tua, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Islamic Fashion Carnaval ini berlangsung sukses dan sangat meriah,” ujarnya

Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.

Islamic Fashion Carnaval dinilai menjadi salah satu cara kreatif, untuk menghadirkan pesan tersebut dalam bentuk kegiatan yang dekat dengan dunia anak-anak dan generasi muda.

Menurutnya, kreativitas dan nilai keagamaan bukanlah dua hal yang harus dipisahkan. Justru ketika keduanya dipadukan, akan lahir kegiatan yang mampu memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya kemeriahan acaranya, tetapi nilai yang ada di baliknya. Kita ingin anak-anak dan generasi muda tumbuh dengan agama yang kuat, mengenal budayanya, percaya diri, kreatif dan memiliki karakter yang baik,” tutupnya. (adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60