Bentengi Generasi Muda, BNN dan Densus 88 Edukasi Mahasiswa FSB UNG tentang Bahaya Narkoba dan Radikalisme

Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN Kota Gorontalo dan Densus 88 di FSB UNG. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Upaya memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman narkoba dan paham radikal terus digencarkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo berkolaborasi dengan Densus 88, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (FSB UNG).

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FSB UNG, Herson Kadir. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai garda terdepan, dalam menjaga lingkungan kampus dari berbagai pengaruh negatif.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membentengi diri dan lingkungan, dari ancaman yang merusak masa depan bangsa,” ujarnya.

Read More

Perwakilan BNN Kota Gorontalo, Mulyati Imran, memaparkan berbagai jenis narkotika yang kini marak beredar, serta dampak serius yang ditimbulkan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani menolak dan melaporkan, jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Sementara itu, pemateri dari Densus 88 Mabes Polri, Iptu. Teguh Pribadi, menyoroti bahaya radikalisme yang kerap menyasar generasi muda melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Ia menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi, agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Mahasiswa harus mampu menjadi filter informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah. Radikalisme sering masuk secara halus, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FSB UNG diharapkan semakin memiliki pemahaman komprehensif terkait bahaya narkoba dan radikalisme, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan kondusif.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum, dalam menjaga generasi muda sebagai aset bangsa agar tetap berada di jalur yang positif dan produktif. (Adv)

Related posts