Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Kali ini, tim mahasiswa dari Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), berhasil lolos sebagai finalis dalam ajang bergengsi 5th International Youth Summit (5th IYS) 2026, yang akan digelar di Kuala Lumpur pada 30–31 Mei mendatang.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan diterimanya Letter of Acceptance (LoA), yang memastikan karya ilmiah tim telah melewati proses seleksi ketat oleh reviewer internasional. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan University Putra Malaysia, menjadikannya salah satu forum ilmiah bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Tim UNG mengusung karya berjudul “Eco-PFA+: A Youth-Led Psychological Intervention to Address Eco-Anxiety and Inform Global Policy Responses”. Penelitian ini mengangkat isu kesehatan mental terkait kecemasan lingkungan (eco-anxiety), serta menawarkan pendekatan intervensi psikologis berbasis peran aktif generasi muda dalam merespons tantangan global.
Tim tersebut dipimpin oleh Siti Bidaria Paputungan sebagai ketua, dengan anggota Maghfirah Nazelin Butolo. Keduanya dinilai berhasil menghadirkan gagasan inovatif yang relevan dengan isu global, sekaligus memiliki potensi kontribusi terhadap kebijakan internasional.
Dekan FIP UNG, Prof. Arwildayanto, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai keikutsertaan di tahap final merupakan peluang strategis bagi mahasiswa, untuk memperluas jejaring akademik dan menunjukkan kapasitas di tingkat global.
“Partisipasi di tahap final ini adalah bukti kualitas mahasiswa kita. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani tampil dan berkontribusi dalam forum ilmiah dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, turut memberikan dukungan penuh kepada tim yang akan berlaga di Malaysia. Ia berharap delegasi UNG mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik.
“Kami sangat bangga. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi bagaimana mahasiswa UNG mampu menawarkan solusi atas isu-isu kemanusiaan global. Tunjukkan performa terbaik dan harumkan nama kampus serta Indonesia,” tegasnya.
Capaian ini kembali menegaskan bahwa inovasi dan gagasan dari mahasiswa UNG tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing dan memberi dampak di panggung internasional. (Adv)
