Pojok6.id (Limboto) – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan bahwa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menyediakan akses pendidikan, bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal.
Sebab, Bupati Sofyan menyebutkan angka buta aksara se-Provinsi Gorontalo masih meningkat, dari 1,45 persen pada 2024 menjadi 1,46 persen pada 2025. Meski kenaikannya hanya 0,01 persen, menurutnya kondisi tersebut tetap menjadi persoalan yang harus diselesaikan.
Hal itu disampaikan pada Peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti dengan Tema “Literasi Untuk Sesama, Semesta dan Sejahtera” Tingkat Kabupaten Gorontalo. Minggu,(20/9/2026) di SPNF SKB Limboto.
“Ada kenaikan sebesar 0,01% , memang terlihat sangat kecil. tetapi bagi daerah, satu orangpun yang masih memiliki buta aksara tetap merupakan persoalan yang harus kita selesaikan,” tegas Sofyan.
Bupati Sofyan mengakui perlunya peningkatan perhatian terhadap pendidikan nonformal, terutama dari sisi pendanaan.
“Insyaallah ke depan, minimal tidak sama dengan pendidikan formal, tetapi ada sedikit keberpihakan untuk PKBM/SPNF, dalam rangka pemberantasan buta aksara, proses pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Karena itu ia berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan PKBM dan pendidikan nonformal, termasuk mendorong berbagai inovasi pembelajaran yang berkembang dari sektor tersebut.
“Sebab, setiap warga negara memilik hak untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan, untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jurni Biahimo, melaporkan bahwa kemah Saka Widya Budaya Bakti tersebut diikuti 560 peserta dari 22 PKBM dan 6 SKB.
“Sepanjang 2022 hingga 2025, tercatat peningkatan secara kuantitatif maupun kualitatif pada satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Gorontalo, yang mencakup 6 SKB, 23 PKBM, dan 26 lembaga kursus dengan total 6.524 peserta didik,” ungkap Jurni. (Adv)
