Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melahirkan tenaga kesehatan profesional yang siap mengabdi bagi masyarakat. Sebanyak 66 lulusan Profesi Ners Angkatan XXII Jurusan Keperawatan UNG, resmi mengikuti prosesi Angkat Sumpah Perawat, yang berlangsung khidmat di Gedung Grand Sumberia.
Prosesi sakral tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan profesi, sekaligus awal pengabdian para lulusan sebagai perawat profesional, yang akan mengemban amanah kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai jalannya acara yang dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Mohamad Amir Arham, Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Hartono Hadjaratie, jajaran Jurusan Keperawatan, Koordinator Program Studi Pendidikan Ners, serta keluarga para lulusan.
Koordinator Program Studi Pendidikan Ners, Ibrahim Suleman, menjelaskan bahwa angkat sumpah merupakan tahapan akhir yang menandai selesainya pendidikan profesi ners, sekaligus menjadi simbol kesiapan lulusan untuk menjalankan tugas profesional di bidang pelayanan kesehatan.
Menurut Ibrahim, capaian Angkatan XXII layak mendapatkan apresiasi karena seluruh peserta berhasil menyelesaikan pendidikan akademik dan profesi dengan sangat baik. Tidak hanya itu, para lulusan juga berhasil mencatatkan kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Ners (UKOM), sebuah prestasi yang mencerminkan kualitas pendidikan dan kesiapan kompetensi lulusan.
“Angkat sumpah ini menjadi bukti bahwa para lulusan telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan profesional, untuk menjalankan profesi keperawatan serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat,” ungkap Ibrahim.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Mohamad Amir Arham, menegaskan bahwa sumpah profesi yang diucapkan para lulusan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah komitmen moral yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai perawat.
Menurutnya, profesi perawat memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan, lulusan Profesi Ners UNG diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
“Profesi perawat adalah profesi kemanusiaan. Melalui pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki saat ini, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Prosesi angkat sumpah tersebut sekaligus menjadi gerbang awal perjalanan profesional para lulusan, untuk mengabdi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga berbagai institusi kesehatan lainnya di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan lahirnya 66 ners baru yang kompeten dan berintegritas, UNG kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan, yang siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (Adv)
