Pojok6.id (UNG) – Sebanyak 27 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) siap membawa nama Provinsi Gorontalo ke panggung seni mahasiswa tingkat nasional, melalui Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026.
Mewakili Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Gorontalo, kontingen mahasiswa UNG akan ambil bagian dalam 19 tangkai lomba, yang dipusatkan di Universitas Jember, Jawa Timur, mulai 19 September 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa UNG untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan talenta terbaiknya di tengah persaingan dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Beragam cabang seni akan diikuti kontingen UNG. Mulai dari vokalia pop putra dan putri, fotografi, tari, penulisan cerpen, baca puisi putra dan putri, penulisan lakon, keroncong putra dan putri, seriosa putra dan putri, dangdut putra dan putri, komik strip, desain poster, penulisan puisi, monolog hingga lukis.
Rektor UNG Prof. Eduart Wolok, mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa UNG sebagai bagian dari Kontingen Provinsi Gorontalo, pada ajang bergengsi tersebut. Menurutnya Peksiminas tidak hanya menjadi arena untuk meraih prestasi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, mengasah kreativitas, sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi di tingkat nasional.
“Keikutsertaan mahasiswa UNG dalam ajang nasional ini merupakan kesempatan, untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukir prestasi. Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan kepada mahasiswa yang telah terpilih,” ujar Eduart.
Ia berharap seluruh peserta dapat tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi. Prestasi yang diraih nantinya diharapkan tidak hanya membanggakan mahasiswa dan UNG, tetapi juga turut mengharumkan nama Provinsi Gorontalo di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Mohamad Amir Arham, menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa UNG dalam Peksiminas XVIII, telah dipersiapkan melalui proses pembinaan secara bertahap dan terarah.
Proses tersebut diawali dengan seleksi yang dilakukan mulai dari tingkat fakultas hingga universitas. Mahasiswa yang berhasil terpilih kemudian mengikuti pembinaan melalui karantina dan pendampingan, dengan melibatkan dosen-dosen yang memiliki kompetensi di bidang seni, tari, maupun musik.
“Persiapan ini dilakukan untuk mengasah kemampuan teknis, kreativitas, sekaligus membangun kesiapan mental mahasiswa, agar mampu tampil maksimal pada kompetisi tingkat nasional,” jelas Prof. Amir.
Ia menambahkan, pembinaan menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi kemampuan pada bidang yang dilombakan, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Amir Arham optimistis kontingen mahasiswa UNG mampu memberikan penampilan terbaik pada 19 tangkai lomba yang diikuti.
Peksiminas XVIII Tahun 2026 pun diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa UNG, untuk membuktikan bahwa talenta seni dari Gorontalo mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi dan prestasi mahasiswa di masa mendatang. (Adv)
