UNG Siapkan Lulusan Go Global, Peluang Kerja ke Luar Negeri Makin Terbuka

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok bersama BP3MI Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat peluang lulusan untuk berkarier di luar negeri, melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terdidik yang kompeten, menguasai bahasa asing, dan memahami pelindungan pekerja migran.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan KemenP2MI, melalui BP3MI Sulawesi Utara. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, bersama Kepala BP3MI Sulawesi Utara, AKBP Hendrick Situmorang.

Read More
banner 300x250

Melalui kerja sama ini, UNG dipersiapkan menjadi salah satu pusat penguatan kompetensi calon pekerja migran terdidik asal Gorontalo. Program prioritas SMK Go Global menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar internasional, didukung kemampuan bahasa asing dan pemahaman prosedur bekerja di luar negeri secara aman dan legal.

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa peluang kerja global perlu dimanfaatkan secara strategis, terutama di tengah bonus demografi Indonesia. Sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Australia, hingga negara-negara Eropa, menghadapi tantangan penuaan penduduk dan kebutuhan tenaga kerja produktif. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia, yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda,” ungkap Prof. Eduart.

Untuk mendukung pelaksanaan program, UNG akan mengoptimalkan fasilitas Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa, sebagai sarana peningkatan kemampuan bahasa asing. Fasilitas Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) UNG, juga direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan terpadu bagi calon pekerja migran.

Pembekalan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan dan daya saing, tetapi juga pada aspek keselamatan dan pelindungan hukum. Calon pekerja migran diharapkan memahami hak dan kewajibannya, mekanisme penempatan sesuai ketentuan, serta karakteristik negara tujuan sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Ia menambahkan, kerja sama ini sekaligus memperluas peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan, menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin terbuka. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kemitraan tersebut, UNG berharap semakin banyak putra-putri Gorontalo mampu bersaing di tingkat internasional, dengan bekal pendidikan, keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman pelindungan yang memadai.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG untuk memperluas kesempatan berkarier bagi lulusan, meningkatkan daya saing SDM daerah, sekaligus memastikan peluang bekerja di luar negeri dapat ditempuh melalui jalur yang resmi, aman, dan bertanggung jawab. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60