Soal Banjir di Patilanggio, Ini Penjelasan Baperlitbang Pohuwato

Banjir
Pemandangan rumah warga di Kecamatan Patilanggio yang terendam banjir. (foto_istimewa)

POHUWATO – Kepala Baperlitbangda Pohuwato, , angkat bicara soal bencana banjir di kecamatan Patilanggio, Rabu kemarin (16/9). Banjir ini sering dikaitkan dengan pencemaran lingkungan oleh aktivitas penambangan. Kurang lebih 198 kepala keluarga atau 507 jiwa yang terdampak bencana banjir tersebut.

“Kalo soal isu pencemaran itu dinas lingkungan hidup yang lebih tahu. Namun setiap tahun kalau intensitas hujan tinggi pasti akan ada genangan. karena memang kalau melihat riwayat lokasi itukan memang dulu adalah kawasan rendah atau rawa dan itu murni karena tanggul yang jebol,” kata Irfan Saleh, saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Dijelaskan Irfan, soal isu pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dalam pembabatan liar dan aktivitas penambangan secara teknis merupakan tanggung jawab dinas lingkungan hidup. Namun, kasus banjir di kecamatan Patilanggio merupakan peristiwa dari tahun ke tahun jika terjadi intensitas hujan yang tinggi.

Read More

“Memang tanggul ini isu yang sudah lama, secara bertahap sedang ditangani karena belum beroperasinya bendung Randangan ini,” ungkap Irfan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengusulkan untuk dilakukan perbaikan dan sudah disampaikan ke balai infrastruktur wilayah Sulawesi melalui rapat video konferensi. Secara prioritas akan dilakukan bertahap pada tahun 2021 dan tahun 2022.

“Itukan sudah kita bahas kemarin dengan balai infrastruktur wilayah Sulawesi lewat video konferensi itu sudah kita usulkan untuk perbaikan jaringan sisi kiri dan kanan dari bendungan Randangan yang sementara pembangunan sekarang, ada bagian yang rusak itu sudah kita usulkan untuk prioritas 2021 dan ada 2022,” jelas Irfan.

Ditempat terpisah, kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pohuwato Bahari Gobel, mengatakan bahwa kerusakan pada tanggul yang menjadi penyebab banjir di Kecamatan Patilanggio merupakan informasi dari Baperlitbang Pohuwato. Saat ini, BPBD dan dinas PU Pohuwato telah melakukan kunjungan lapangan terkait hal tersebut.

“Informasi dari kepala Bapppeda sendiri itu ada tanggul jebol, bukan karena pencemaran lingkungan. makanya masih dilakukan peninjauan oleh dinas PU kabupaten Pohuwato, namun jikalau ada kewenangan tanggung jawab provinsi akan dilaporkan ke provinsi,” kata Bahari Gobel. (nal)

Related posts