Pojok6.id (Limboto) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo membahas beberapa isu strategis dan juga beberapa program nasional, melalui rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang di gelar di Ruang Dulohupa, Selasa (3/11/2026).
Rapat di pimpin Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Dalam rapat ini, dibahas mulai Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), penanganan krisis air bersih di Kecamatan Pulubala, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta memperkuat pengawasan sejumlah program nasional.
Bupati Sofyan Puhi mengatakan, distribusi air bersih menjadi perhatian pemerintah daerah. Sofyan mengungkapkan, masih terdapat warga yang mengalami kesulitan air bersih, terutama di dua dusun di Kecamatan Pulubala.
Pemerintah daerah mulai menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut sejak Selasa (3/11/2026). Namun, kondisi medan pegunungan yang terjal, menyulitkan armada tangki biasa menjangkau lokasi, sehingga diperlukan kendaraan khusus.
“Mulai hari ini, pemerintah daerah langsung bergerak menyalurkan air bersih ke lokasi tersebut. Karena medannya yang cukup terjal di daerah pegunungan, armada tangki biasa tidak memungkinkan untuk naik sehingga dibutuhkan kendaraan khusus. Namun, kami pastikan distribusi air bersih sudah mulai berjalan dan menjangkau warga yang membutuhkan,” ujarnya
Selain penyaluran air bersih, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga di bahas. Bupati Sofyan mengungkapkan di wilayahnya mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski kondisi berangsur mereda, pemerintah daerah tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait, untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
“Alhamdulillah, penanganan karhutla di daerah kita menunjukkan tren yang semakin baik. Meski situasi mulai mereda, kami tidak boleh lengah. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait terus kami perkuat untuk mengedukasi masyarakat, agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar,” tambahnya
Rapat Forkopimda juga mengevaluasi perkembangan tiga program strategis nasional di Kabupaten Gorontalo. Pada program pembangunan Kampung Nelayan di Desa Lamu, progres pekerjaan dilaporkan telah melampaui 90 persen.
Sementara itu, pembangunan di 11 titik pendukung lainnya masih berada di bawah 20 persen. Proses pengerjaan turut mendapatkan pendampingan Kejaksaan Negeri.
Untuk program Koperasi Merah Putih, pemerintah daerah mulai menerima realisasi sarana operasional berupa kendaraan dan rak jualan yang didistribusikan langsung oleh perusahaan ke lokasi masing-masing.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menjangkau operasional 96 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo.
Sofyan mengatakan, pemerintah daerah bersama Forkopimda akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut, untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
“Untuk program Makan Bergizi Gratis, saat ini sudah ada 96 MBG yang beroperasi di Kabupaten Gorontalo. Kami bersama jajaran Forkopimda akan memperkuat pengawasan dan pendampingan secara ketat, guna memastikan program ini berjalan lancar, tepat sasaran, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (adv)
