Persentase Penduduk Miskin Gorontalo Capai 13,24 Persen, Wahyudin Katili : Angka Kemiskinan Menurun Konsisten

Kaban Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili (kemeja batik) saat mengikuti kegiatan Pres Release BPS Provinsi Gorontalo terkait data kemiskinan, di Ruang Dulohupa, Kantor BPS Provinsi Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (Gorontalo) – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili menyebutkan, bahwa angka penduduk miskin di Provinsi Gorontalo, terus mengalami penurunan secara konsisten.

Hal ini disampaikan Wahyudin saat menghadiri Press Release Berita Resmi Statistik Kemiskinan dan Ketimpangan Provinsi Gorontalo Bulan Maret 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Jum’at (25/7/2025), di Ruang Dulohupa, BPS Provinsi Gorontalo.

“Kita bisa melihat, bahwa angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo periode Maret 2025 itu berada di angka 13,24 persen. Ini mengalami penurunan dibandingkan pada bulan September 2024, yang berada pada angka 13,87 persen,” ucap Wahyudin.

Read More

Menurutnya ini menjadi capaian yang baik. Terlebih dalam beberapa tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dan Kabupaten/Kota terus gencar-gencarnya berupaya mencanangkan berbagai macam kegiatan maupun program, agar angka kemiskinan ini dapat terus menurun secara signifikan.

“Ini juga dipengaruhi faktor dari berbagai kegiatan-kegiatan yang gencar dan aktif dilakukan pemprov dibawah kendali Gubernur, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur, Idah Syahidah. Seperti membantu UMKM, UEP PK, distribusi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan penanganan daerah rawan pangan, pelaksanaan pasar murah serta kegiatan-kegiatan lainnya yang fokus pada target masyarakat miskin,” kata Wahyudin.

Selain melaporkan jumlah persentase penduduk miskin Gorontalo, lanjut kata Wahyudin, BPS Provinsi Gorontalo juga memaparkan sejumlah hasil indikator-indikator makro lainnya, seperti soal inflasi, pertumbuhan ekonomi, gini rasio dan terkait ketenagakerjaan secara linier positif dengan penurunan kemiskinan

“Alhamdulillah untuk inflasi kita masih stabil terkendali, kemudian pertumbuhan ekonomi kita di triwulan satu itu di atas 6 persen. Kemudian untuk gini ratio kita juga tadi menurun. Sementara untuk tingkat pengangguran terbuka kita juga menurun walaupun sedikit, Nilai Tukar Petani positif naik cukup signifikan. Jadi intinya secara keseluruhan rata-rata linier positif bersama penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Diketahui BPS Provinsi Gorontalo telah merilis data persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo periode Maret 2025 mencapai 13,24 persen. Persentase tersebut menunjukkan adanya penurunan sebanyak 0,63 persen, jika dibandingkan dengan persentase penduduk miskin Provinsi Gorontalo pada September 2024 sebesar 13,87 persen.

Adapun komoditas utama makanan menjadi pembentuk garis kemiskinan pada Maret 2025 yakni, beras, rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang/, cabe rawit, kue basah, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, tomat, kopi bubuk dan kopi instan, serta komoditas makanan lainnya.

Sementara untuk komoditas utama nonmakanan pembentuk garis kemiskinan pada Maret 2025 yakni teridiri dari, perumahan, bensin, pendidikan, listrik, perlengkapan mandi, serta komoditas bukan makanan lainnya.

Dengan demikian peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di wilayah perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Selanjutnya peranan komoditas bukan makanan terhadap garis kemiskinan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan. (Adv)

Related posts