Pojok6.id (UNG) – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda internasionalisasi kampus, melalui kolaborasi bersama Universitas Islam As-Syafi’iyah pada penyelenggaraan The International Conference on Education, Literacy, and Learning (ICELL) 2026.
Konferensi internasional bertema “Reimagining Education: Contextual, Meaningful, and Literacy-Rich Learning in a Global World” tersebut, akan berlangsung secara hybrid pada 24–25 Juli 2026 di Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jakarta.
Keikutsertaan FSB UNG sebagai mitra penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional, sekaligus mendukung peningkatan reputasi Universitas Negeri Gorontalo di tingkat global. Melalui forum ini, FSB UNG mendorong terbangunnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian serta inovasi pembelajaran.
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, mengatakan bahwa ICELL 2026 merupakan wujud komitmen fakultas dalam menghadirkan ruang kolaborasi akademik, yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
“Internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan riset berkualitas, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan daya saing dosen dan mahasiswa di tingkat global,” ujar Prof. Nonny.
Menurutnya, melalui ICELL 2026, sivitas akademika UNG memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kolaborasi riset bersama para akademisi dunia.
Konferensi ini akan menghadirkan sejumlah pembicara internasional, yakni Dr. Laurie Katz dari Ohio State University (Amerika Serikat), Dr. Asantha Attanayake-Barborich dari State College Area High School, Pennsylvania (Amerika Serikat), Dr. Awang Haji Hambali bin Haji Jalil dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (Brunei Darussalam), dan Dr. Lee Ye Ling dari Taylor’s University (Malaysia).
Panitia membuka kesempatan bagi para peneliti dan akademisi, untuk mempresentasikan paper maupun poster pada berbagai bidang, di antaranya pendidikan bahasa, literasi, kurikulum, teknologi pendidikan dan kecerdasan buatan, pendidikan inklusif, kepemimpinan pendidikan, pendidikan anak usia dini, inovasi pembelajaran di perguruan tinggi, hingga English Language Teaching (ELT), TESOL, dan ESP.
Selain menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, artikel terpilih juga berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA, sesuai dengan ketentuan masing-masing jurnal. Kesempatan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah, sekaligus memperluas kolaborasi penelitian lintas institusi dan negara.
Batas akhir pengiriman abstrak ditetapkan pada 15 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi abstrak 17 Juli 2026, sedangkan pengumpulan full paper dan registrasi peserta paling lambat 22 Juli 2026. Menariknya, keikutsertaan dalam ICELL 2026 tidak dipungut biaya, baik bagi presenter maupun peserta. Panitia hanya menyediakan opsi penerbitan e-certificate, dengan biaya administrasi sebesar Rp100.000 bagi peserta yang memerlukannya.
Prof. Nonny berharap penyelenggaraan ICELL 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, dalam menghasilkan inovasi pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendorong lahirnya kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
“Melalui konferensi ini kami berharap semakin banyak kolaborasi penelitian, publikasi bersama, dan kemitraan akademik internasional yang lahir, sehingga semakin memperkuat rekognisi Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” pungkasnya. (Adv)
