Gorontalo Akan Jadi Pioneer Penerapan Model Keuangan Inkusif untuk Penyandang Disabilitas

Disabilitas
Dari kiri: Idah Syahidah selaku Ketua LKS Ummu Syahidah Gorontalo bersama Rahmatul Furqan selaku peneliti Australia Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN) dan urlaela Jufri, alumni The University of Melbourne selaku ketua pelaksana program. Foto: istimewa

GORONTALO – Provinsi Gorontalo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program pengembangan model keuangan inklusif untuk penyandang disabilitas. Program ini diinisasi oleh alumni Australia melalui bantuan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui Skema Hibah Alumni (Alumni Grant Scheme) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia.

“Gorontalo kita pilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini karena berdasarkan data, angka di sini termasuk yang tertinggi se Indonesia,” kata Nurlaela Jufri, alumni The University of Melbourne selaku ketua pelaksana program dalam pertemuan bersama istri Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie, Sabtu (28/11/2020).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penyandang disabilitas ke lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan. Melalui kemudahan akses keuangan, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi penyandang disabilitas dan juga berujung pada peningkatan roda ekonomi daerah.

Read More

Berdasarkan assessment awal yang di lakukan tim di Gorontalo, sebagian besar penyandang disabilitas belum benar-benar memahami pengelolaan keuangan yang baik dan hampir tidak pernah berurusan secara langsung dengan lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan. Di sisi lain, belum ada upaya yang serius dari pihak perbankan untuk menjangkau kelompok disabilitas.

“Banyak teman disabilitas yang tidak punya rekening tabungan dan mengalami kendala untuk akses ke bank. Padahal dari segi jumlah yang cukup besar, teman-teman disabilitas pun merupakan calon nasabah yang potensial untuk lembaga keuangan ,” jelas Ela, sapaan akrabnya.

Program ini juga melibatkan akademisi dan peneliti dari Indonesia dan Australia yang tergabung dalam Australia Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN) untuk melakukan pelatihan model keuangan inklusif untuk penyandang disabilitas. Pelatihan ditujukkan untuk kelompok penyandang disabilias, lembaga keuangan, dan pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri.

“Pelatihannya bertujuan agar Gorontalo dapat mengimplentasikan model akses keuangen yang inklusif. Akan dilaksanakan di awal tahun 2021 nanti,” kata Rahmatul Furqan selaku peneliti AIDRAN.

Program ini ikut menggandeng LKS Ummu Syahidah Gorontalo sebagai mitra lokal yang akan membantu teknis pelaksanaan di lapangan. Rencana pelaksanaan program ini mendapat sambutan yang positif dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Program ini adalah ikhtiar yang baik untuk memberdayakan rekan-rekan disabilitas karena mereka selama ini masih termarginalkan. Tentunya kami akan membantu dan mensupport agar program ini benar-benar bisa terealisasi dengan lancar,” kata istri Gubernur Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang juga merupakan anggota DPR RI.

Program ini akan menghasilkan cetak biru model Keuangan Inkusif untuk Penyandang Disabilitas. Jika berhasil diimplementasikan oleh Provinsi Gorontalo, tentunya Pronvisi termuda ini akan menjadi pioneer dan percontohan bagi daerah lain di Indonesia. (rls/idj)

Related posts