Pojok6.id (Gorontalo) — Museum Purbakala Provinsi Gorontalo mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR), sebagai media pendukung edukasi dan penyampaian informasi koleksi. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan museum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pengunjung.
Pengembangan teknologi tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kantor Pelestarian Kebudayaan (KPK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Tim Pengembang Website Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) Provinsi Gorontalo, Tim Pengembang AR Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta Tim IT Museum Purbakala Provinsi Gorontalo.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan koordinasi antarpemangku kepentingan, dalam rangka mendorong penguatan tata kelola, sekaligus pengembangan layanan museum berbasis teknologi.
Pada tahap awal, Tim Pengembang AR dari UNG mulai melakukan modeling tiga dimensi terhadap sejumlah koleksi museum. Proses ini menjadi dasar untuk menghadirkan visualisasi digital koleksi, sehingga informasi mengenai benda-benda bersejarah dapat disajikan dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Sementara itu, Tim Pengembang Website Kominfo Provinsi Gorontalo menyiapkan integrasi teknologi tersebut ke dalam website museum. Tim IT Museum Purbakala turut terlibat melalui proses pembelajaran dan pendampingan teknis, termasuk penguatan kapasitas dalam pengelolaan serta pemeliharaan sistem.
Melalui teknologi ini, pengunjung nantinya direncanakan cukup memindai QR Code menggunakan telepon pintar, untuk mengakses visualisasi koleksi dalam bentuk 3D. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi digital mengenai sejarah, fungsi, hingga nilai budaya dari koleksi yang ditampilkan.
Pemanfaatan AR diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, dalam mengenal koleksi museum. Teknologi tersebut juga membuka ruang bagi penyampaian informasi sejarah dan budaya dengan cara yang lebih visual, interaktif, dan sesuai dengan karakter pembelajaran generasi saat ini.
Museum Purbakala Provinsi Gorontalo menargetkan pengembangan ini dapat berjalan hingga tahap implementasi, dan menjadi salah satu bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kebudayaan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi dan informasi budaya.
Dengan dukungan teknologi digital, Museum Purbakala Provinsi Gorontalo diharapkan semakin mampu mendekatkan sejarah dan warisan budaya kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, sekaligus menjaga keberadaan museum sebagai pusat pembelajaran yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. (adv)








