Pojok6.id (Limboto) – Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, menegaskan perpustakaan tidak boleh lagi dipandang sekadar tempat penyimpanan buku konvensional, melainkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat informasi, pusat inovasi, serta ruang tumbuh kembang masyarakat yang berpengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Maryam, saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Pustakawan, Guru, dan Penggiat Literasi Tahun 2026, yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
“Karena itu saya mengajak seluruh pihak, untuk mengubah paradigma fungsi perpustakaan,” kata Maryam
Menurutnya, penguatan literasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Tantangan masyarakat kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga memastikan informasi yang diperoleh valid, relevan, dan bermanfaat.
“Literasi informasi menjadi kemampuan yang sangat penting untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, produktif, dan beretika. Pustakawan, guru, dan penggiat literasi adalah garda terdepan dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” tambahnya
Ia pun menyebut kemajuan daerah tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, kualitas tersebut perlu dibangun melalui pengetahuan, budaya membaca, dan kecakapan literasi.
Selain itu, ia juga menekankan peran pustakawan, guru, dan penggiat literasi sebagai tiga elemen penting dalam memperkuat budaya literasi.
Pustakawan dituntut menjadi jembatan antara masyarakat dan informasi berkualitas, guru membangun kemampuan berpikir kritis generasi muda, sementara penggiat literasi mendekatkan budaya membaca kepada keluarga dan komunitas.
“Tak hanya itu, pemerintah, institusi pendidikan, perpustakaan, keluarga, dan komunitas masyarakat juga aktif berpatisipasi membangun gerakan literasi secara berkelanjutan. Bimtek tersebut diharapkan memperkuat kapasitas insan literasi agar profesional, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (Adv)
