Pojok6.id (Gorontalo) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah, untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional berbasis ekonomi biru.
Dalam peninjauan itu, Presiden didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
Leato Selatan tercatat sebagai Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Indonesia yang dikunjungi langsung Presiden Prabowo. Kawasan tersebut merupakan bagian dari program percontohan nasional KNMP, yang mulai dikembangkan pada tahun 2025. Dari 100 proyek percontohan yang dibangun, sebanyak 65 kampung nelayan telah selesai dikerjakan.
Saat meninjau kawasan nelayan, Presiden melihat langsung sejumlah fasilitas yang telah tersedia, mulai dari pabrik es, gudang pendingin, hingga sarana penunjang aktivitas nelayan lainnya.
“Hari ini saya berkesempatan mampir di Gorontalo. Saya mau lihat adanya kampung nelayan, Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dirintis dan dibangun di Gorontalo ini. Saya lihat tadi sudah ada membuat es di sini, sudah ada gudang pendingin, dan beberapa fasilitas. Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah akan terus memperbesar sektor kelautan dan perikanan melalui konsep ekonomi biru, yakni pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini sangat penting dan juga dunia sekarang sangat memerlukan ikan, protein. Karena itu pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru,” lanjutnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, menargetkan pembangunan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2026 dan akan terus dilanjutkan hingga tahun 2029. Program tersebut dinilai relevan dengan posisi Indonesia, sebagai negara maritim yang memiliki potensi kelautan dan perikanan sangat besar. (Adv)
