Pojok6.id (UNG) – Semangat memperkuat kapasitas dan keterampilan anggota Bhayangkari diwujudkan melalui kolaborasi Bhayangkari Cabang Bone Bolango bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dalam Pelatihan Pembuatan Sabun Berbasis Eco Enzyme.
Mengusung semangat sinergitas, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, bertempat di Aula FMIPA Lantai 3, Kampus 4 UNG, Jumat (21/8/2026).
Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada anggota Bhayangkari dalam memahami proses pembuatan sabun, sekaligus memanfaatkan bahan berbasis eco enzyme menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, yang mewakili Dekan FMIPA UNG. Dalam sambutannya, Lilan Dama mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi yang dibangun Bhayangkari Cabang Bone Bolango bersama FMIPA UNG. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergitas antara perguruan tinggi dan Bhayangkari. Ilmu pengetahuan yang ada di kampus dapat ditransformasikan menjadi keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan keterampilan, inovasi produk, serta edukasi mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Rangkaian pelatihan diawali dengan materi bertajuk “Sains di Balik Sabun: Mengenal Sejarah, Struktur Kimia, Reaksi Pembentukan, dan Mekanisme Kerjanya” yang disampaikan oleh Dr. Suleman Duengo.
Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat sabun dari perspektif ilmiah. Produk yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, ternyata memiliki proses kimia yang menarik, mulai dari sejarah penggunaannya, struktur molekul, reaksi pembentukan, hingga mekanisme sabun dalam mengangkat kotoran dan minyak.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar kimia sabun, peserta kemudian diajak menerapkan pengetahuan tersebut melalui sesi praktik. Praktik pembuatan sabun berbasis eco enzyme dipandu langsung oleh Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UNG, Dr. Wiwin Rewini Kunusa, bersama mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNG.
Para peserta mendapatkan kesempatan mengenal bahan, memahami tahapan pembuatan, hingga mempraktikkan secara langsung proses pengolahan bahan menjadi produk sabun.
Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik tersebut, membuat kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep kimia diterapkan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Bone Bolango, Ny. Maya Sutrisno, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan keterampilan anggota Bhayangkari.
Menurutnya, peringatan HKGB ke-74 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga harus mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi anggota.
“Kami sangat mengapresiasi sinergitas dengan FMIPA UNG. Melalui pelatihan ini, anggota Bhayangkari mendapatkan wawasan baru sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan membuat sabun berbasis eco enzyme dapat terus dikembangkan, bahkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Hal senada disampaikan Dr. Wiwin Rewini Kunusa. Ia menegaskan bahwa laboratorium perguruan tinggi dapat menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi berbagai kalangan. Menurutnya, pembuatan sabun berbasis eco enzyme memberikan pengalaman yang menarik, karena peserta tidak hanya mempelajari ilmu kimia, tetapi juga diajak memahami pentingnya pemanfaatan limbah organik dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa ilmu kimia sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembuatan sabun, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep kimia diterapkan menjadi sebuah produk yang bermanfaat,” jelasnya.
Dr. Wiwin juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang terus dipraktikkan dan menghasilkan produk yang bermanfaat.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang berkelanjutan. Dari belajar sains, kita bisa menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Pertemuan rutin yang diselenggarakan Bag Ren dan Sat Reskrim Polres Bone Bolango tersebut dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari, Kasat Binmas, ibu-ibu Kabag, ibu-ibu Kasat dan Kasie, ibu-ibu Ketua Ranting, pengurus serta seluruh anggota Bhayangkari Cabang Bone Bolango. Turut hadir Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNG, Drs. Mangara Sihaloho, bersama jajaran FMIPA UNG.
Kolaborasi Bhayangkari Cabang Bone Bolango dan FMIPA UNG tersebut, menunjukkan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung.
Melalui momentum HKGB ke-74, semangat kebersamaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui proses belajar, peningkatan keterampilan, pemanfaatan ilmu pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dari ruang laboratorium FMIPA UNG, ilmu kimia pun hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari mengubah pengetahuan menjadi keterampilan dan eco enzyme menjadi produk yang bermanfaat. (Adv)








