Joni Apriyanto Jadi Dosen UNG Pertama Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Sejarah

Ujian tutup disertasi Dosen UNG, Joni Apriyanto di Universitas Diponegoro. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo kembali menorehkan capaian akademik membanggakan. Salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Drs. Joni Apriyanto, M.Hum, resmi meraih gelar doktor di bidang ilmu sejarah setelah berhasil menyelesaikan ujian tertutup disertasi di Universitas Diponegoro.

Keberhasilan tersebut menjadikan Joni sebagai dosen pertama di UNG, yang menyandang gelar doktor ilmu sejarah. Capaian ini sekaligus menjadi tonggak penting, bagi pengembangan kajian sejarah lokal di Gorontalo dan kawasan timur Indonesia.

Dalam studi doktoralnya, Joni mengangkat disertasi berjudul “Modernisasi Pemerintahan dan Politik Lokal: Perlawanan Elit Gorontalo terhadap Rezim Kolonial, 1889–1942.” Penelitian tersebut membahas dinamika politik lokal Gorontalo pada masa kolonial Belanda, khususnya terkait perlawanan elit daerah terhadap kebijakan kolonial di tengah proses modernisasi pemerintahan.

Read More
banner 300x250

Kajian itu dinilai memberi kontribusi penting, dalam memperkaya historiografi lokal serta membuka perspektif baru mengenai sejarah politik di kawasan Indonesia Timur.

Ujian disertasi dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Alamsyah, selaku ketua sidang. Tim promotor terdiri dari Yetty Rochwulaningsih sebagai promotor utama, didampingi Singgih Tri Sulistiyono dan Hariyono Rinaldi sebagai co-promotor. Sementara penguji eksternal menghadirkan Ichwan Azhari.

Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar doktor bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi investasi penting bagi penguatan kapasitas institusi.

“Kehadiran doktor baru di bidang ilmu sejarah memberikan kedalaman kepakaran, yang semakin kuat untuk mendukung pengajaran berkualitas serta pengembangan riset yang inovatif,” ujar Eduart.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor menjadi indikator penting kemajuan universitas, dalam membangun kualitas pendidikan tinggi. Dengan SDM akademik yang semakin kuat, UNG optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten sekaligus menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

“Capaian ini menjadi momentum penting bagi pengembangan kajian sejarah di UNG, khususnya dalam memperkuat penelitian tentang sejarah lokal Gorontalo dan kawasan timur Indonesia,” pungkasnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60