ISKINDO Gorontalo Gelar Silahturahmi Virtual Bahas  Blue Ekonomi dan Strategi Kemaritiman

Pojok6.id (Gorontalo) – Ikatan Indonesia () Provinsi Gorontalo akan menggelar silahturahmi virtual bersama Ketua Umum ISKINDO yang baru terpilih, Riza Damanik. Silahturahmi itu akan membahas tentang implementasi blue ekonomi dalam isu-isu strategis kemaritiman terhadap masyarakat pesisir di Gorontalo.

Kegiatan silahturahmi  direncanakan akan berlangsung secara daring pada Jumat 1 Oktober 2021 pukul 14.00 WITA.

“Jadi, dalam pertemuan virtual ini kami akan membicarakan soal blue ekonomi dan peluang-peluang bagaimana perkembangan masyarakat nelayan khususnya di Gorontalo,” kata Rahman Dako, salah satu Pengurus DPP ISKINDO Bidang Pengelolaan Ruang Laut, Kamis (30/9/2021).

Read More

Selain itu, Ia optimis kepengurusan ISKINDO dibawah kepemimpinan Riza Damanik dapat memberi ide-ide baru yang bermanfaat kepada masyarakat pesisir di Indonesia.

“Kami berharap dengan adanya dia (Riza Damanik), bisa berkontribusi terhadap blue ekonomi. Terutama koperasi nelayan, dan bagaimana usaha-usaha nelayan ini ramah lingkungan juga mempunyai nilai tambah,” ujarnya.

Disisi lain, ia juga berharap agar para alumni sarjana kelautan di Gorontalo yang tergabung dalam ISKINDO dapat  menggagas peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi nelayan,

“Dengan pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini, diharapkan pengetahuan dan skil yang dimiliki oleh para sarjana kelautan ini bisa membawa dampak positif kepada masyarakat pesisir dan nelayan Gorontalo,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua ISKINDO Gorontalo, Ariyanto Husain mengungkap perkembangan kinerja
perikanan Gorontalo selama beberapa tahun terakhir patut diapresiasi. Sebelum pandemi Covid 19, nilai dan volume ekspor meningkat. NTP nelayan ikut naik dan berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga nelayan.

” Pencapaian ini perlu terus didorong agar bisa meningkatkan perekonomian Gorontalo” Jelas Ariyanto dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke pojok6.id.

Menurutnya sektor perikanan adalah salah satu sector penting yang berkontribusi dalam penurunan kemiskinan dan pengangguran. Meskipun pangsanya kecil namun pertumbuhannya cukup baik.Untuk mendorong kemajuan, dirinya menilai perlu didorong hilirisasi produk-produk perikanan, meningkatkan daya jelajah kapal-kapal perikanan hingga membenahi pelabuhan-pelabuhan perikanan. Dengan pengalaman pertumbuhan yang baik selama ini, sector perikanan akan lebih menggeliat jika produksinya lebih ditingkatkan.

” Caranya dengan menambah jumlah kapal penangkapan diatas 30 GT menangkap ikan di WPP
715 dan 716. Kalau perlu hingga 100 GT. Peluang penambahan kapal berukuran besar semakin
terbuka saat KKP didorong untuk menderegulasi perijinan kapal di atas 150 GT. Deregulasi
ini untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya perikanan terutama di ZEE ” Urai Ariyanto.

Selain itu ia menyebut penataan hulu-hilir sektor perikanan juga dilakukan lewat optimalisasi budaya khusus komoditas udang vaname hingga intervensi program untuk peningkatan industri garam dan peningkatan nilai tambah produk-produk perikanan.

” Khusus untuk pengembangan budidaya udang vaname perlu diserusi karena margin yang sangat menguntungkan. Model budaya bisa berbasis masyarakat. Antar lain dengan membentuk koperasi agar terjadi perputaran ekononmi diantara anggota ” kata Ariyanto menambahkan.

Dirinya mengatakan bahwa peningkatkan fungsi pelabuhan perikanan dengan perbaikan dan penambahan fasilitas penunjang seperti kolam labuh, cold storage, air blast freezer (ABF) dan pabrik juga harus dilakukan.

“Ada indikasi potensi pendapatan melalui pelabuhan perikanan. Kontribusi pendapatan ini dapat dimanfaatkanpemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk pembangunan daerah” Pungkasnya. (Rilis/Jar)

 

 

(Jar)

Related posts