Gorontalo Jadi Lokasi Strategis Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie saat melakukan Ground Breaking bersama Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, serta Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo resmi terpilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi nasional. Program strategis ini ditandai dengan kegiatan ground breaking, yang dilaksanakan serentak di enam provinsi di Indonesia, termasuk Gorontalo masuk dalam tahap awal pelaksanaan.

Ground breaking dipusatkan di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (6/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri dan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, serta Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa.

Program ini diinisiasi oleh Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, dengan tujuan membangun kawasan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir, dalam satu rantai industri modern dan berkelanjutan.

Read More

Kabupaten Gorontalo Utara telah disiapkan sebagai kawasan strategis utama pengembangan industri ayam terintegrasi. Lokasi ground breaking berada di Desa Tolongio dengan luas sekitar 5 hektare. Sementara kawasan pendukung lainnya tersebar di beberapa desa, yakni Desa Motilhelumo, Kecamatan Sumalata Timur seluas 3 hektare, Desa Putiana, Kecamatan Anggrek seluas 2,5 hektare, serta Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito dengan luas mencapai 10 hektare.

Setiap lokasi dirancang memiliki fungsi spesifik dalam sistem produksi terintegrasi. Desa Motilhelumo akan dikembangkan sebagai kawasan pullet, Desa Tolongio sebagai lokasi pabrik pakan, Desa Dambalo untuk kawasan PS layer, sedangkan Desa Putiana direncanakan menjadi lokasi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold storage. Seluruh kawasan tersebut akan terhubung dalam satu sistem produksi peternakan ayam modern.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, yang hadir mewakili Menteri Pertanian, menyampaikan bahwa Gorontalo menjadi salah satu provinsi yang dipilih langsung untuk pelaksanaan ground breaking fase pertama program nasional tersebut.

“Gorontalo dipilih langsung oleh Bapak Menteri Pertanian untuk pelaksanaan ground breaking tahap awal. Ini tentu menjadi kebanggaan bersama atas seluruh upaya dan persiapan yang telah dilakukan. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, kita bisa melihat potensi kawasan ini yang sangat luar biasa,” ujar Hendra.

Ia juga mengapresiasi kondisi alam Kabupaten Gorontalo Utara, yang dinilai sangat mendukung pengembangan peternakan dan pertanian terintegrasi.

“Lokasi ini tidak kalah dengan kawasan peternakan di luar negeri seperti Belanda, Jepang, maupun Australia. Bahkan, dari sisi keindahan dan kealamiannya, Gorontalo Utara memiliki keunggulan tersendiri. Padang rumputnya hijau, ternak berkembang secara alami, dan ini menjadi modal besar untuk pengembangan sektor peternakan di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.

Program hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan nasional, meningkatkan nilai tambah sektor peternakan, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara.

Selain Provinsi Gorontalo, lima provinsi lain yang menjadi lokasi ground breaking tahap awal adalah Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Adv)

Related posts