Gelar Musyawarah Kerja Tahun 2026, Pengprov PBSI Gorontalo Bahas Sejumlah Program Strategis

Pengurus Provinsi PBSI Gorontalo. Foto: istimewa

Pojok6.id (Olahraga) – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov), bertempat di Restoran Mawar Sharon Kota Gorontalo, Sabtu (23/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Harian Pengprov PBSI Provinsi Gorontalo, Hansmi Jahja, mewakil Ketua Umum Prngprov PBSI Gorontalo, Prof. Eduart Wolok.

DItemui usai kegiatan, Hansmi mengatakan bahwa Mukerprov ini dilaksanakan dalam rangka penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan prestasi bulu tangkis di Provinsi Gorontalo.

Read More

“Hasil musyawarah hari ini menitikberatkan pada penataan sistem kompetisi, administrasi keorganisasian, hingga program pembinaan berkelanjutan dari bidang masing-masing,” kata Hansmi.

Seperti bidang perwasitan, lanjut Hansmi, dimana fokus utama bidang ini adalah peningkatan profesionalisme perangkata pertandingan dan penertiban regulasi kejuaraan daerah.

“Dari bidang perwasitan membahas tentang standar pertandingan dan penugasan. Selain itu juga terkait hak dan standar honorarium bagi para wasit, serta regulasi dan sanksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga standar kompetisi yang terukur,” kata Hans.

Hansmi menambahkan, dari Bidang Keabsahan dan Sistem Informasi (SI) membahas tentang pelatihan sistem informasi (SI), bimbingan teknis tournament planner, serta konsolidasi tim dan regulasi.

“Hal ini untuk mewujudkan modernisasi pendataan dan pengelolaan kejuaraan. Bidang ini merumuskan program kerja yang berorientasi pada digitalisasi dan regulasi peserta,” jelasnya.

Pengurus Provinsi PBSI Gorontalo. Foto: istimewa

Dalam musyawarah hari ini, masih kata Hans, dari Bidang Organisasi berfokus pada ketertiban administrasi kepengurusan di tingkat daerah.

“Yang dibahas hari ini diantaranya persiapan musyawarah daerah, serta tindak lanjut restrukturisasi. Melakukan pendampingan dan persiapan pelaksanaan Muskab dan Muskot, serta mempersiapkan Muskablub atau muskotlub, sebagai langkah antisipatif dan penyesuaian yang didasarkan pada habisnya masa periode SK kepengurusan atau apabila terdapat surat pengunduran diri dari pengurus terkait,” lanjut Hans.

Sementara dari Bidang Pengembangan Daerah, membahas tentang peningkatan kapasitas pelatih dan sinergi pembinaan sekolah.

“Ini dalam rangka memastikan regenerasi atlet dan mempopulerkan olahraga bulutangkis di tingkat akar rumput, dengan program pembinaan dasar. Seperti melaksanakan coaching clonic bagi pelatih daerah, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan dan Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS, untuk mendukung ekstrakulikuler dan pembinaan atlet atau siswa berprestasi di tingkat sekolah,” pungkasnya.

Related posts