Gandeng Yayasan Parisa, Pemkab Gorontalo Dorong Generasi Bisa Berbahasa Arab

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur, bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Goronalo Eman Kadir, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Yayasan Perisa . Foto Istimewa

Pojok6.id (Limboto) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggandeng Yayasan Parisa, dalam mendorong program “Semua Anak Muslim Bisa Berbahasa Arab.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Gorontalo, Eman Kadir, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Yayasan Perisa untuk melihat secara langsung, konsep serta mekanisme pelaksanaan program tersebut, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah, dalam memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan keagamaan, khususnya dalam membangun kemampuan generasi muda.

Read More

Program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan visi “Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan”, terutama misi membangun sumber daya manusia yang beragama, berbudaya, unggul dan kompetitif.

Bagi Pemkab Gorontalo, penguasaan bahasa Arab bukan semata kemampuan berbahasa, tetapi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat literasi keagamaan, membuka akses terhadap khazanah Islam, sekaligus membangun kepercayaan diri generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Arah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemkab Gorontalo, yang menempatkan pembangunan bidang keagamaan dan budaya sebagai salah satu prioritas daerah.

“Pemerintah daerah menyambut baik berbagai inisiatif masyarakat, yang memiliki tujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia,” kata Sugondo.

Menurutnya, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun generasi. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, yayasan, keluarga dan masyarakat,” kata Sugondo.

Ia menambahkan, yang di bangun bukan hanya kemampuan bahasa, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Karena itu, setiap program yang memiliki nilai pendidikan dan keagamaan perlu kita lihat peluang sinerginya dengan program pemerintah daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kabag Kesra Eman Kadir menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap konsep program, termasuk pola pembelajaran, sasaran peserta, tenaga pengajar serta mekanisme kerja sama yang akan dibangun.

Ia berharap program tersebut nantinya dapat dirancang secara terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Prinsipnya kita ingin program ini berjalan baik, terarah dan memberi manfaat bagi anak-anak. Tentu semuanya akan kita koordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” kata Eman.

Program “Semua Anak Muslim Bisa Berbahasa Arab” pun diharapkan tidak berhenti sebagai program pembelajaran bahasa, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membentuk generasi Kabupaten Gorontalo yang religius, berbudaya, unggul dan kompetitif. (Adv)

Related posts