Pojok6.id (UNG) – Suasana Ruang Pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, tampak berbeda. Puluhan warga berkumpul mengikuti kegiatan edukasi yang mengangkat tema penting dalam kehidupan masyarakat, yakni penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan produktif.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menghadirkan Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., yang memberikan layanan edukatif melalui program bertajuk “Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling.”
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, FIP UNG berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, melalui pendekatan pendidikan dan konseling.
Dalam kesempatan itu, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi “Hidup Berkeluarga yang Sehat” yang membahas berbagai aspek penting dalam kehidupan rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, membangun keluarga harmonis, peran serta tanggung jawab anggota keluarga, hingga strategi menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berkeluarga.
Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter individu, sekaligus menentukan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
“Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud,” ujar Mohamad Awal.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, serta kesadaran menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal utama, dalam menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
Materi yang disampaikan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selama sesi berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.
Salah seorang warga mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru, yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Materinya sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. Hal seperti ini jarang kami dapatkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terbentuknya lingkungan sosial yang peduli, kuat, dan berkualitas.
Kegiatan pengabdian tersebut merupakan bagian dari proyek kolaboratif mata kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd., dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.
Menariknya, program ini juga melibatkan mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur. Kolaborasi tersebut menjadi sarana pembelajaran berbasis pengabdian, yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, FIP UNG berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan pendidikan, konseling, dan pemberdayaan berbasis kearifan lokal. (Adv)
