BPS : Persentase Penduduk Miskin Gorontalo Maret 2025 Capai 13,24 Persen

Press Release Berita Resmi Statistik Kemiskinan dan Ketimpangan Provinsi Gorontalo Bulan Maret 2025 yang digelar BPS Provinsi Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan, bahwa persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada Maret 2025 sebesar 13,24 persen.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,63 persen, jika dibandingkan dengan persentase penduduk miskin Provinsi Gorontalo pada bulan September 2024 sebesar 13,87 persen.

“Kalau kita hitung presentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 162,74 ribu orang, berkurang 7,29 ribu orang terhadap September 2024,” ujar Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, saat membacakan Press Release Berita Resmi Statistik Kemiskinan dan Ketimpangan Provinsi Gorontalo Bulan Maret 2025, Jum’at (25/7/2025).

Read More

Menurutnya penurunan kemiskinan di Provinsi Gorontalo terjadi pada wilayah perkotaan dan perdesaan. Dimana pada September 2024 jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan sebanyak 28,490 orang atau 4,99 persen, dan pada Maret 2025 berkurang menjadi 27.010 atau 4,68 persen.

Sementara di wilayah perdesaan pada September 2024 jumlah penduduk miskin sebanyak 141.540 orang atau 21,62 persen, dan pada Maret 2025 berkurang menjadi 135.730 orang atau 20,80 persen.

“Disparitas kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Gorontalo masih cukup lebar. Namun pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan,” tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan untuk garis kemiskinan Provinsi Gorontalo, pihaknya mencatat bahwa pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp503.854/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp378.641 atau 75,15 persen, dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp125.313 atau 24,85 persen, mengalami kenaikan 1,64 persen dibandingkan pada September 2024 yang tercatat sebesar Rp487.578.

“Komoditas utama makanan pembentuk garis kemiskinan pada Maret 2025 yakni beras, rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang/, cabe rawit, kue basah, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, tomat, kopi bubuk dan kopi instan, serta komoditas makanan lainnya,” terang Dwi Alwi.

Selanjutnya, untuk komoditas utama nonmakanan pembentuk garis kemiskinan pada Maret 2025, kata Dwi Alwi yakni teridiri dari, perumahan, bensin, pendidikan, listrik, perlengkapan mandi, serta komoditas bukan makanan lainnya.

“Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di wilayah perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Selanjutnya peranan komoditas bukan makanan terhadap garis kemiskinan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan,” pungkasnya.

Related posts