Bersama Komunitas Tanggidaa Group, PLN Nusantara Power UP Gorontalo Jalin Kerja Sama Budidaya Maggot

Foto: istimewa

Pojok6.id (Gorontalo) – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo menjalin kerja sama dengan Komunitas Tanggidaa Group dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengurangan timbulan sampah organik, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan pendampingan dalam budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), mulai dari pengolahan sampah organik, pemeliharaan maggot, hingga pemanfaatan hasil budidaya yang bernilai ekonomi.

Budidaya maggot menjadi salah satu solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan sampah organik. Selain mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bernilai tinggi bagi sektor perikanan dan peternakan. Sementara residu hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Read More
banner 300x250

Reynold Gobel, Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Program budidaya maggot ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Tanggidaa Group, kami berharap masyarakat dapat memperoleh keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan menjadi bagian dari gerakan ekonomi sirkular di Gorontalo.”

Lebih lanjut, Reynold menambahkan bahwa keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi unit usaha masyarakat yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya maggot dapat menjadi contoh bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.”

Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Hubertus Tri Adi Nugroho, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

“Permasalahan sampah merupakan tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui program budidaya maggot ini, kami ingin mendorong lahirnya solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kami percaya bahwa sinergi antara perusahaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.”

Adi juga menegaskan bahwa PLN Nusantara Power akan terus mendukung berbagai program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang mampu direplikasi di berbagai wilayah. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih mandiri, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Melalui sinergi bersama Komunitas Tanggidaa Group, PLN Nusantara Power UP Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program lingkungan yang inovatif dan berdampak positif. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Gorontalo. (adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60