Bantu Remaja Disabilitas di Boalemo, Gubernur dan Istri Sumbang Kaki Palsu

Disabilitas
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri yang juga anggota DPR RI Idah Syahidah, saat bertemu dengan seorang remaja penyandang disabilitas yang ada di Desa Boliohutuo, Kabupaten Boalemo, Sabtu (30/1). Foto: Salman

GORONTALO – Gubernur Gorontalo bersama istri yang juga anggota DPR RI , membantu kaki palsu untuk salah seorang remaja penyandang disabilitas yang ada di Desa Boliohutuo, Kabupaten . Hal ini dikatakan Gubernur saat melaksanakan bakti sosial dan NKRI peduli, untuk 221 KPM yang ada di Kecamatan Botumoito, Boalemo, Sabtu (30/1/2021).

“Saya tadi diingatkan oleh pak Lahmudin, kalau ada penyandang disabilitas di sini kecelakaan dan butuh kaki palsu. Mana Dinas Kesehatan? Nanti di ukur yah de kakinya sama petugas. Karena kakinya harus kita pesan sesuai ukuran,” kata Rusli

Rusli menambahkan secara tidak langsung bantuan dan ide ini berasal dari istrinya Idah Syahidah. Idah yang juga adalah bunda disabilitas Provinsi Gorontalo menyarankan, untuk segera membantu anak yang mengalami kecelakaan saat bekerja di pabrik tersebut.

Read More
banner 300x250

“Ibu Idah ini anggota DPR RI tapi jarang sekali berada di pusat. Karena saya larang. Saya tekankan ke Ibu Idah, berbuatlah untuk masyarakat Gorontalo. Untuk adik siapa ini namanya? Kalau kursi roda sudah ada di kami, nanti diberikan. Tapi kaki menunggu yah, diusahakan secepatnya. Insyaallah selalu bersabar dengan keadaan ini,” tambahnya.

Sementara itu Riskal Masiu (17) remaja penyandang disabilitas tersebut mengaku, sangat bahagia atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Gubernur Rusli dan Ibu Idah. Meski kejadian ini terjadi pada Maret 2020 dan kejadiannya di Manado, tetapi Gubernur tidak melupakan Riskal sebagai salah satu masyarakatnya di Desa Boliohutuo.

“Terimakasih ibu Idah, terimakasih pak Gubernur. Insyaallah segala kebaikan bapak dan ibu dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya haru.

Riskal adalah seorang pekerja di sebuah pabrik produksi tela, di Kota Manado. Pada Maret 2020, kecelakaan naas itu terjadi. Kaki kanan remaja 17 tahun tersebut, masuk kedalam mesin produksi tela yang mengakibatkan kelumpuhan dan harus diamputasi. Saat ini Riskal berjalan dengan satu kaki kirinya dan dibantu dengan tongkat. (adv)

Sumber: Kominfo Provinsi Gorontalo

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60