Pojok6.id (Tondano) – Desainer asal Gorontalo, Ariez Jamil, berhasil mengantarkan perwakilan DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo meraih Terbaik I Regional 12 dalam ajang Fatmawati Trophy 2026 yang berlangsung di Yama Resort, Kota Tondano, Sulawesi Utara.
Dalam kompetisi tersebut, Ariez Jamil mengusung karya bertajuk “Kebaya Fatmawati Karawo Pinang Palem” yang digunakan oleh Abiy Amalia Arsyad, siswi MAN 1 Kota Gorontalo sebagai model. Karya ini menempatkan Karawo, sulaman khas Gorontalo, sebagai elemen utama sekaligus identitas budaya yang menjadi inti desain.
Fatmawati Trophy 2026 merupakan kompetisi desain fesyen yang mengangkat nilai sejarah, perjuangan, dan keteladanan Fatmawati Soekarno sebagai sumber inspirasi. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para desainer untuk mengembangkan kebaya dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya daerah dan identitas Indonesia.
Proses Panjang Menuju Final Regional
Perjalanan Ariez Jamil dalam kompetisi ini telah dimulai sejak Mei 2026. Tahap awal dilakukan melalui pengiriman sketsa desain, narasi, serta filosofi karya untuk mengikuti proses kurasi.
Proses seleksi dan kurasi berlangsung cukup panjang. Pada Agustus 2026, peserta yang dinyatakan lolos kemudian diumumkan untuk melanjutkan ke tahap final tingkat regional.
Babak final Regional 12 mempertemukan perwakilan dari tiga provinsi, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung di Yama Resort, Kota Tondano, dan dibuka langsung oleh Ketua Nasional Fatmawati Trophy, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, didampingi salah satu wakil ketua, Romy Soekarno.
Dalam ketentuan Fatmawati Trophy 2026, seleksi regional menjadi tahapan penting sebelum peserta melanjutkan ke tingkat nasional. Panitia nasional selanjutnya melakukan seleksi terhadap peserta hasil regional untuk menentukan peserta yang akan tampil pada tahap akhir.
Karawo Menjadi Identitas Gorontalo
Melalui Kebaya Fatmawati Karawo Pinang Palem, Ariez Jamil berupaya mempertemukan karakter kebaya dengan kekayaan wastra Gorontalo. Karawo tidak hanya ditempatkan sebagai ornamen pelengkap, tetapi menjadi bagian utama yang memperkuat identitas desain.
Konsep tersebut sekaligus membawa pesan tentang pentingnya memperkenalkan dan mengembangkan Karawo melalui industri kreatif dan fesyen, sehingga warisan budaya Gorontalo dapat terus hadir dalam perkembangan mode Indonesia.
Keikutsertaan Gorontalo dalam ajang ini juga mendapat dukungan penuh dari Istri Wakil Bupati Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo serta Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Dalam ajang ini, Abiy Amalia Arsyad, siswi MAN 1 Kota Gorontalo sebagai model dilatih Upik Ahmad, yang menjadi mentor dan coaching model selama persiapan.
Gorontalo Melaju ke Tingkat Nasional
Hasil penjurian Regional 12 menempatkan Gorontalo sebagai Terbaik I, mengantarkan Ariez Jamil untuk kembali membawa nama Gorontalo pada tingkat nasional Fatmawati Trophy 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026.
Prestasi tersebut menjadi momentum bagi Gorontalo untuk memperkenalkan Karawo sebagai identitas budaya daerah dalam panggung fesyen berskala nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan wastra daerah dapat diterjemahkan ke dalam desain kebaya yang memiliki karakter dan relevansi dengan perkembangan mode masa kini.
“Kebaya Fatmawati Karawo Pinang Palem” pun menjadi representasi perjalanan Ariez Jamil dari proses kurasi sejak Mei hingga keberhasilan meraih Terbaik I Regional 12—sebuah langkah yang membawa nama Gorontalo dan Karawo menuju panggung nasional Fatmawati Trophy 2026.







