Take a fresh look at your lifestyle.

Siap Mewakili Kabupaten Blitar, Diskopum Gelar Pelatihan UMKM Naik Kelas

BLITAR – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Kabupaten Blitar menggelar pelatihan “UMKM Naik Kelas”. Hal ini dilakukan dalam menghadapi persaingan usaha global di tengah pandemi Covid-19, serta untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Theobromin Kampung Coklat, sejak 18 hingga 20 November tersebut bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan ZESTFUL, dan diikuti oleh 100 orang peserta dari pelaku UMKM se-Kabupaten Blitar.

“Dengan menggunakan metode eliminasi, para pelaku UMKM akan dipilih secara bertahap untuk mencari yang terbaik, dengan harapan, nantinya ketika ada perlombaan atau sejenisnya, kabupaten Blitar sudah siap untuk wakilnya,” terang Hendri Christiawan, selaku narasumber pelatihan dari Lembaga Pelatihan ZESTFUL dihubungi melalui sambungan telpon, Sabtu (21/11/2020).

Lebih lanjut Hendri menambahkan, dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan ini, akan diseleksi hingga terpilih 5 besar terbaik dengan penilian tata cara mempresentasikan power poin yang isinya menceritakan company profile usaha mereka.

“Ada enam item yang kita nilai. Salah satunya, publik speaking,” tuturnya.

Kabupaten Blitar
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar gelar pelatihan UMKM Naik Kelas. (foto: istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Blitar, Ulfie Zulfiqar Zuqsas mengatakan, bahwa pelatihan ini digelar juga dalam rangka menyiapkan wakil dari kabupaten Blitar jika ada perlombaan UMKM baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Regulasinya, kita telah menyiapkan program-program bagi para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini untuk kita jadikan sebagai narasumber yang kita adakan sampai tingkat desa nantinya. Sehingga, mereka bisa menelurkan ilmunya kepada yang lain,” beber Ulfie, yang juga melalui sambungan telepon.

Ulfie berharap, para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut bisa menelurkan pengalamanya kepada pelaku usaha lainya dan juga mampu menjadi narasumber kalau ada pelatihan sejenisnya yang ada daerah-daerah lain.

“Saya juga berharap, dengan adanya pelatihan ini para pelaku tidak hanya pandai berbicara, management keuangan dan teknis pemasaran yang mumpuni secara teori. Akan tetapi pelaksanaan dilapangan yang tepat itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (adv/kmf/nur)

Comments are closed.