Take a fresh look at your lifestyle.

Berawal dari Rental PS, Paudie Bersiap Menuju Eropa

GORONTALO – “Doa dan dukungan dari semua pihak saya harapkan agar ketika berlaga di kejuaraan dunia PES LEAGUE 2020. Saya bisa membanggakan nama Indonesia, lebih khusus untuk Gorontalo” Ungkap Mohamad Akbar Paudi.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh, Mohamad Akbar Paudi, atlet E-sport cabang Pro Evolution Soccer (PES) asal Gorontalo saat diwawancarai oleh crew Pojok6.id.Saat ini atlet tersebut sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan dunia yang akan diselenggarakan di Eropa.

Mohamad Akbar Paudie atau yang disapa Paudie memiliki prestasi dibidang e-sport atau lebih dikenal dengan olahraga elektronik.

Sejak 2017, Paudie mengaku telah menjadi atlet e-sport cabang Pro Evolution Soccer  (PES). Sejumlah prestasi baik level nasional hingga internasional telah diraihnya.

“Berkarir sebagai atlet E-sport dan punya prestasi tidak pernah menjadi impian saya, semua mengalir begitu saja. Berawal dari sering bolos sekolah dan nongkrong di rental play station bakat untuk memainkan PES sampai jadi Pro Player itu terasah secara alami” Jelas Paudie.

Kegemaran bermain play station membuat kemampuannya bertambah sehingga memberanikan diri untuk mengikuti event lokal dan sukses menjadi pemenang. Atas prestasinya itu, Paudie menjadi  satu-satunya wakil Gorontalo untuk ikut dalam ajang kualifikasi League 1 PES SEA FINAL 2018. Ini merupakan ajang resmi dari vendor kenamaan untuk konsol game PES di regional Asia Tenggara.

Pada kualifikasi di Jakarta, Paudie harus puas menempati juara 3 nasional.

Tapi posisi itu sudah cukup bagi pemuda 18 tahun ini  untuk mengenggam tiket menuju ke ajang Internasional di Kuala Lumpur (Malaysia), sebagai wakil dari tim nasional Indonesia untuk ajang e-sport cabang PES. Hasilnya, Paudie  mendapatkan juara II dan hanya kalah dari atlet e-sport Vietnam.

Pengalaman berbeda turut diceritakan Paudie saat 2019 mewakili Indonesia di ajang yang sama yang berlangsung di Jepang. Bertanding di nomor perseorang, langkah Paudie terhenti dibabak 8 besar.  Paudie kalah dari rekan senegaranya, Rizki Faidan.

Terlepas dari kekalahan itu, Paudie tetap mengungkap perasaan bangga karena tim Indonesia  mampu mematahkan dominasi tuan rumah, Jepang di ajang itu. Indonesia menjadi juara di nomor perseorangan, nomor beregu sehingga menjadi wakil  Asia di kejuaraan dunia yang dilangsungkan di London, Inggris.

Sepulang dari event di Jepang, sosok Paudie makin dikenal oleh kalangan pencinta e-sport di Indonesia. Sebuah penawaran kontrak pun menyambut Paudie setiba di Indonesia.

Paudie mengaku mendapat penawaran kontrak dari klub e-sport  asal Jakarta untuk bergabung dalam tim Raja Badut.

“ Tapi kontrak itu belum saya langsung terima “ Kata Paudie.

Saat itu Ia beralasan harus berkoordinasi dengan rekannya di komunitas, Gorontalo PES Communty (GPC) sebelum menyetujui kontrak tersebut. Setelah mengantongi izin dari ketua dan semua member GPC barulah Paudie resmi bergabung dengan tim Raja Badut dengan waktu kontrak selama satu tahun.

Gorontalo PES Community (GPC)

Cerita perjalanan prestasi yang ditorehkan oleh Paudie tidak bisa lepas dari Komunitasnya,  Gorontalo PES Community. Ini merupakan komunitas E-Sport di cabang game konsol sepak bola. Sejak dibentuk pada tahun 2013 silam,tercatat GPC telah memiliki 120 anggota aktif.

Wawan Nurmawan, Ketua GPC mengatakan komunitas itu merupakan wadah untuk menyalurkan bakat maupun berbagi informasi bagi sesama pencinta game PES. Anggotanya pun dari berbagai kalangan,usia dan profesi.

“Member GPC sendiri terdiri dari kalangan siswa,mahasiswa,pengemudi bentor,pegawai kantoran, dan ASN. Member yang terdiri dari berbagai kalangan itu kami jadikan semangat untuk mengembangkan E-sport agar tidak lagi mendapat stigma buruk bahwa bermain game hanya menghabiskan waktu dan uang ” Ungkap Wawan.

Wawan mengatakan para anggota GPC kerap mengikuti event lokal dan tak jarang berhasil menunjukkan prestasi. Biasanya, para anggota GPC akan mengikuti event yang diselenggarakan komunitas pemuda maupun event yang dilakukan untuk internal GPC. Dari sinilah, proses pencarian bibit muda yang akan dikembangkan untuk event diluar GPC.

Ditengah prestasi yang ditorehkan, Wawan mengakui e-sport khususnya cabang PES masih menjadi anak tiri pada setiap penyelenggaraan event di Gorontalo. Ia mencontohkan disetiap  penyelenggaraan  hanya beberapa e-sport yang menyediakan fasilitas maupun bonus secara maksimal. Sementara, e-sport cabang PES relatif minim dari bonus maupun fasilitas.

”Perlu menjadi perhatian pemerintah dan juga komunitas yang menyelenggaran turnamen E-Sport bahwa E-sport bukan hanya Mobile Legend, PUBG, Free Fire dan lain-lain. PES juga merupakan bagian dari E-Sport dan dari segi prestasi untuk Gorontalo malah dari cabang PES yang prestasinya sudah tembus sampai dikejuaraan Internasional” Jelas Wawan.

Salah satu Admin GPC Uki Toolingo menambahkan bahwa perhatian pemerintah daerah juga sangat diperlukan bagi pencinta E-sport khususnya untuk cabang PES. Apalagi, cabang PES untuk Gorontalo prestasinya sudah sampai di Internasional.

“Bentuk dukungan dari pemerintah dari segi moral maupun moril kami harapkan karena salah satu atlet e-sport terbaik yang dimiliki Gorontalo yakni Mohamad Akbar Paudie, jarang mendapatkan dukungan dari daerahnya sendiri. Sedangkan pada saat mengikuti turnamen-turnamen baik itu nasional maupun internasional Paudie dengan bangga menyebut dia dari Provinsi Gorontalo” Jelas Uki.

Uki Juga menjelaskan selama ini ketika Paudie mengikuti  event  besar, baik itu di level nasional maupun daerah, GPC turut terlibat untuk membantu kesiapan sebelum dan sesudah event tersebut berlangsung.

“Jika sebelum berangkat untuk ikut event kami dari GPC mensupport semampu kami untuk kesiapan Paudie, support itu kami galang dari semua member GPC baik itu sifatnya doa maupun materi untuk kelancaran Paudie saat bertanding. Dan sekembalinya dari event tersebut ketika Paudie berhasil ataupun gagal kami dari semua member GPC tetap mendukung sepenuhnya apa hasil dari turnamen tersebut ” Tutup Uki.(Adv-KT010)

Comments are closed.