Bekraf Kembali Tingkatkan Akses Permodalan Pelaku Ekonomi Kreatif Gorontalo

Asisten I Sekreteriat Daerah Kabupaten Gorontalo Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Bupati, bersama Plt. Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu memukul alat musik tradisional Polo Palo sebagai tanda dibukanya acara Bekraf Financial Club, di Maqna Hotel, Rabu (10/10). Foto : iwandije

Gorontalo – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan sumber pembiayaan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) melalui acara Bekraf Financial Club (BFC). BFC yang bertema “Pola Pembiayaan Kuliner” diselenggarakan di Magna Hotel, Gorontalo, Rabu (10/10/2018). BFC Gorontalo merupakan tindaklanjut program Bekraf, yaitu Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Dalam kegiatan ini, Bekraf menghadirkan narasumber untuk menjelaskan karakteristik bisnis kuliner kepada perbankan dan LKBB yang hadir. Bekraf mengundang pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner yaitu owner PT Kebab Turki Baba Rafi, Nilam Sari; owner UD. Maju Mandiri, Jimy; dan owner Pia Olando Gorontalo, Audia. 20 perbankan dan tujuh LKBB konfirmasi menghadiri acara ini.

Read More
banner 300x250

Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pamalingo yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Selmin Papeo, memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Plt. Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu menjadi pemandu selama acara berlangsung. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah perwakilan perbankan konvensional dan Bank Muamalat adalah perwakilan perbankan syariah yang menanggapi paparan narasumber.

“Dengan BFC, diharapkan sumber pembiayaan perbankan dan non perbankan memahami karakteristik bisnis kuliner. Sehingga, mereka bisa memperhitungkan keunggulan dan resiko dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner,” tutur Plt. Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu.

Sebelumnya, Deputi Akses Permodalan Bekraf memperkenalkan model pembiayaan perbankan syariah yang disampaikan pihak perbankan syariah untuk pelaku ekonomi kreatif Gorontalo. Kali ini, pihak perbankan dan LKBB menerima penjelasan dari pelaku ekonomi kreafif. Dengan demikian, diharapkan perbankan dan LKBB menyalurkan pembiayaannya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan bisnis adalah permodalan. Diharapkan BFC bisa meningkatkan akses permodalan kepada pelaku ekonomi kreatif. (rls)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60