Terkait Hibah Pariwisata, Ini Klarifikasi IMI Gorontalo

Ketua Harian IMI Gorontalo, Lenon Koniyo. Foto: Dok. IMI Gorontalo

Pojok6.id (Olahraga) – Persoalan Hibah sejumlah 100 juta yang diulas oleh Jhojo Rumampuk di salah satu media online, beroleh tanggapan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Gorontalo. Melalui Ketua Harian, Lennon Koniyo, IMI memberikan klarifikasi.

Menurut Lennon, memisahkan IMI sebagai sektor otomotif dari sektor pariwisata adalah sesuatu yang tidak punya dasar.

“Di Tahun 2022 IMI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif justru telah memiliki MOU tentang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, melalui kegiatan otomotif di Indonesia. Jadi ini ada dasarnya, bukan asumsi imajinatif,” urai Lennon yang seringkali dipercayakan jadi Pimpinan Lomba dalam berbagai event IMI.

Read More

Dirinya juga menambahkan, bahwa hibah tersebut bukan datang ujug-ujug. Ada proposal yang sudah disiapkan dari tahun sebelumnya, dan sekarang sedang dalam pembahasan untuk persetujuan.

“Semua ketentuan administrasi kita ikuti secara rigid dan tertib. Angka itu bersifat pengusulan. Kenapa melalui Dinas Pariwisata, karena dana tersebut akan kami alokasikan ke event kejuaraan nasional balap motor dan kontes tahunan dengan tajuk IMI Fest. Tentu ini akan mengundang peminat, pemerhati, dan pegiat yang bukan hanya dari Gorontalo saja. Wajar kalau kita mengusulkan ini dari Dinas Pariwisata,” tegas Lennon.

Ditanya soal dana tersebut kini dipersoalkan, Lennon justru menegaskan tidak khawatir akan hal itu.

“Jika pada akhirnya event otomotif yang justru akan menarik minat dari mereka yang dari luar Gorontalo ini dipandang tidak penting, kami serahkan ke Pemerintah. Yang jelas ini bukanlah sesuatu yang dikarang-karang. MOU ada, prosesnya kita ikuti. Toh ini benar-benar untuk event. Bukan yang lain,” ungkapnya.

Lenon juga menegaskan, IMI FEST merupakan bagian dari Sport Event, sama seperti Event Lari Event Renang, Triatlon, Event Sepeda atau Event Olahraga lainnya yang targetnya adalah mendatangkan orang dan menambah kunjugan wisatawan domestik ke Gorontalo.

“Event selama 3 sampai dengan 4 hari, dapat menambah pendapatan para pelaku ekraf dan para pegiat seni dan pertunjukan, dan itu sudah kita gagas sejak tahun 2022,” pungkasnya.

Related posts