PRESBEM UNG: Sifat MOMB Adalah Terapan dan Tidak Bisa Ditiadakan

MOMB
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Moh. Rifaldy Ibura.

– Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Moh. Rifaldy Ibura mengungkapkan bahwa pelaksanaan Masa Orientasi Mahasiswa Baru () merupakan substansi dasar dari MOMB adalah terapan dan tidak bisa ditiadakan.

“Substansi dasar dari pada harus dilaksanakannya MOMB tahun ini karena memang, sifat dasar dari MOMB ini terapan. Tidak bisa ditiadakan,” kata Rifaldy, Jumat (21/08/2020).

Sebelumnya, perihal pelaksanaan MOMB UNG menjadi tumpang tindih di mana, di tengah pandemik Covid-19 apakah tetap dilaksanakan atau ditiadakan.

Read More

Rifaldy mengaku, perihal kegiatan MOMB bukan persoalan berkumpulnya Maba di kampus ataupun kegiatan seremonial. Tetapi, bagaimana Maba akan dibentuk karakternya, penanaman nilai-nilai ideologis sebagai mahasiswa, serta kultur Maba sewaktu di bangku sekolah, ketika masuk diperguruan tinggi, perlu di orientasikan.

“Untuk saat ini, ditengah pandemik Covid-19 kita ketahui bersama, ini merupakan hal yang urjen. Bukan kita tidak harus menyikapi, kita juga tidak bisa menutup mata dengan persoalan Covid ini. Tapi bagaimana, mengadakan MOMB dengan mempertimbangkan protokol kesehatan serta, ada hal-hal yang kemudian kita jaga untuk ketakutakan kita bersama, kenapa tidak ada MOMB. Paling besar pertimbangan teman teman karena memang Covid,” jelas Rifaldy.

Untuk sekarang, lanjutnya, kalaupun kegiatan MOMB dilaksanakan secara virtual, maka ada hal- hal yang perlu ditindak lanjuti, selanjutnya setelah kegiatan virtual. Yakni, penanaman ideologis.

“Kalau saya pribadi. Kenapa harus diadakan, karena memang tidak ada barometer yang mengukur sejauh ini, ketika tidak dilaksanakan MOMB ini, kultur dari pada mahasiswa ini bisa tertanam dengan sendirinya kepada para maba. Itu substasi dasarnya,” tegasnya.

Rifaldy mengungkapkan, mau tidak mau, suka tidak suka, harus tidak harus, harus tetap mematuhi ataupun tetap menjalankan sebagimana mestinya fungsi Agent Of Change sebagai mahasiswa.

“Takutnya. Ketika tidak ada pengadaan MOMB, kesan Maba hanya berpindah tempat, sekolahnya dulu di SMA masuk ke perguruan tinggi sama saja,” tutupnya. (rsb)

Related posts