Seleksi Calon Penerima Anugerah Paritrana, Dua Pemda di Gorontalo Masuk Usulan

Penerima
Foto bersama usai audience kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo dengan Sekdaprov Gorontalo Darda Daraba, di ruang transit loby kantor gubernur, Rabu (6/1/2021). (foto : Adit-ADC)

GORONTALO – Dua pemerintah daerah, yakni Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo masuk dalam usulan seleksi calon penerima penghargaan Anugerah Paritrana 2020-2021 yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo.

Penghargaan nasional ini akan diberikan dengan kategori pemerintah daerah baik itu provinsi, kabupaten/kota, perusahaan skala menengah, perusahaan skala kecil dan mikro.

Menurut kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo Hendra Helpian, untuk tingkat Provinsi Gorontalo, seleksi calon penerima penghargaan dilaksanakan pada bulan Januari ini.

Read More

“Sekarang dalam pengusulan dulu sampai minggu ini. Biasanya setelah pengusulan dilaksanakan seleksi terpusat, kemudian tes wawancara. Tahap seleksi dilakukan di bulan Januari, tahap penilaian dilakukan di bulan Februari. Maret, April, Mei penggodokan data hasil penilaian tadi,” jelas Hendra seusai audience dengan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo terkait seleksi calon penerima Anugerah Paritrana, di ruang transit loby kantor gubernur, Rabu (6/1/2021).

Hendra menjelaskan, untuk tahun ini BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo mengusulkan 2 kandidat kategori pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Kemudian ada 2 perusahaan besar, 3 perusahaan menengah, dan 1 perusahaan kecil atau mikro. Di tahun 2020, Gorontalo masuk dalam kandidat 7 besar dari beberapa provinsi di Indonesia yang mengusulkan.

Lebih lanjut Hendra menguraikan, pertemuannya bersama Sekdaprov Gorontalo juga untuk meminta dukungan dari pemerintah dalam implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami meminta dukungan dari beliau untuk implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, biar lebih baik lagi, biar secara menyeluruh bisa memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja yang ada di Gorontalo, baik itu di kabupaten/kota termasuk badan usaha agar lebih patuh terhadap ketentuan perundangan. Apapun yang sudah kami lakukan, tanpa ada dukungan dari pemerintah itu tidak akan berjalan,” urai Hendra.

Hendra menilai dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah cukup baik dengan seringnya melakukan koordinasi, dan sudah melakukan beberapa kegiatan bersama dalam hal menciptakan program perlindungan yang berjalan dengan cukup baik.

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh di Provinsi Gorontalo mencapai 67 ribu pekerja penerima upah yang sudah terdaftar baik pekerja di perusahaan maupun honorer, bahkan ASN. (adv)

Sumber: Humas

Related posts