Polemik Penanganan Sampah di Kota Gorontalo, Pramuli Pertanyakan Peran HMI

program Pramuka Penjaga Lingkungan. Foto: istimewa

Pojok6.id (Kota Gorontalo) – Sampah adalah material sisa hasil aktivitas manusia atau proses alam, baik organik maupun anorganik, yang sudah tidak terpakai dan dibuang. Pengelolaan yang buruk menyebabkan pencemaran lingkungan, banjir, dan penyakit.

Di Kota Gorontalo, sampah sudah dijadikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea sebagai agenda krusial. Dia menekankan perlunya pembenahan sistem pengelolaan secara keseluruhan, melalui forum konsultasi publik.

Pemerintah menerapkan kebijakan tegas, termasuk pemrosesan hukum bagi warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan.

Read More

Atensi dari Adhan ditindak lanjuti oleh berbagai kalangan. Termasuk Kwarcab Pramuka Kota Gorontalo, melalui peran aktif sebagai pelopor kebersihan lingkungan lewat aksi nyata, edukasi, dan partisipasi berkelanjutan.

Fokus kegiatannya meliputi kerja bakti pembersihan sungai/tempat umum, Sekolah, tempat ibadah, serta penanaman pohon. Aksi ini menanamkan karakter peduli lingkungan dan kesadaran sosial.

Pramuka Peduli di Kota Gorontalo pada umumnya, aktif melakukan berbagai upaya nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Aksi ini seringkali dirangkaikan dengan peringatan hari besar lingkungan, Hari Pramuka, maupun program bakti sosial serta Program yang ada di pemerintah kota Gorontalo.

Sebagai Pramuka peduli, Lewat program Pramuka Penjaga Lingkungan, Pramuka sudah turun dan mendapatkan support dari Adhan Sebagai Kamabicab Kota Gorontalo, dari siaga, penggalang, hingga penegak.

“Alhamdulillah kami Pramuli pada hari jumat tanggal 13 februari sudah menjalankan program Pramuka Penjaga Lingkungan yang tersebar di seluruh Gudep SD dan SMP Kota Gorontalo, serta dibantu oleh 9 Kwartir Ranting di Kota Gorontalo,” ungkap
Moh. Fahriyanto Rahim, Koordinator Satuan Kerja Pramuka Peduli (Pramuli).

Kegiatan ini merupakan awal dari kegiatan Pramuka Kwartir Cabang Kota Gorontalo dengan Kepengurusan yang baru. Pramuka kota mencerminkan tantangan serius yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Kota Gorontalo.

Berdasarkan data terbaru hingga awal 2026, tumpukan sampah memang menjadi isu krusial yang mengganggu kenyamanan warga dan menuntut pembenahan total.

Berita terkait mengenai “Sampah Sebagai Cermin: Potret Buruk Tata Kelola Kota Gorontalo” yang dilayangkan Oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang mana Persoalan sampah di Kota Gorontalo hari ini bukan sekadar isu kebersihan.

Ia telah menjelma menjadi indikator nyata buruknya tata kelola kota Sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo, wajah Kota Gorontalo semestinya merepresentasikan kemajuan, kerapian, dan manajemen pemerintahan yang modern.

Namun realitas di lapangan justru menunjukkan ironi, tumpukan sampah di sejumlah titik, TPS meluap, dan pengangkutan yang tidak konsisten.

“Yang justru dipertanyakan apakah HMI Cabang Kota Gorontalo sudah berpartisipai terkait dengan kebersihan lingkungan di Kota Gorontalo? Apalagi di depan ini kita akan dihadapkan bulan suci ramdhan bulan yang penu berkah. Kalaupun ada yang kurang, ayo ambil peran untuk Kota Torang Bekeng Bae,” tutup Fahriyanto.

Related posts