Pengabdian Siti Untuk Sandalan, Membangun Masa Depan Sekolah Terpal

Sekolah
Situasi belajar dan bermain anak TK saat menggunakan bangunan Balai UPT Sandalan (foto : Istimewa)

Pojok6.id (Pohuwato) – Siti melakukan apapun agar anak-anak desa mau sekolah. Hadiah kado menyemangati anak-anak disisihkan dari gajinya sebagai honorer. Dialah Siti Romlah Irjayanti, guru honorer Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Kabupaten Pohuwato.

“Saya merasa senang saja. Kayaknya senang sekali, tenang sekali menyambut pagi itu bertemu anak-anak,” Ujar Siti.

UPT Sandalan merupakan wilayah transmigrasi. Jumlah penduduknya baru sekitar 165 kepala keluarga, mayoritas berprofesi sebagai petani. Fasilitas umum seperti dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) masih bangunan darurat. Belajar mengajar dilakukan di Balai Desa UPT Sandalan. Di Balai Desa tanpa dinding beralaskan lembaran terpal plastik.

Read More

Siti menceritakan, di balai itu proses belajar-bermain anak TK berlangsung. Di waktu-waktu tertentu, belajar anak akan dilakukan lebih cepat, sebab Balai akan digunakan oleh pemerintah Desa setempat untuk agenda pertemuan atau kegiatan lain pemerintah Desa. Informasinya, TK tempat Siti mengajar merupakan kelas jauh TK Cendana Desa Panca Karsa 1 kecamatan Taluditi.

“Sebelah untuk TK, sebelah untuk SD, belajarnya hanya beralaskan terpal tidak berdinding. Kalau ada pertemuan jam 9 di Balai, kita cepat-cepat belajarnya,” ungkapnya.

Siti begitu peduli dengan anak Sandalan hingga melupakan lelahnya naik turun jalan terjal. Kadang harus jalan kaki sepanjang 7 kilometer, sebab kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor pasca dilanda hujan deras. Baginya, senyuman anak TK sudah cukup mengobati. “Setiap pagi harus lewat jembatan gantung dan kalau musim hujan saya harus jalan kaki untuk sampai kesana,” Katanya

Ia juga bersyukur, kesehariannya mendapatkan dukungan penuh sang suami, Wawan Adi Yulianto. Bahkan Sejak kedatangan Siti di UPT Sandalan, awal tahun 2017. Dengan senang hati secara mandiri Siti mengajak anak-anak di Desa itu untuk bersekolah.

“Menurut saya apa yang saya bisa, saya berikan kepada anak-anak. Disana saya cari anak usia sekolah, saya datangi,” Kata Siti menceritakan kesehariannya sebagai guru di TK UPT Sandalan.

Terbaru, Siti mengungkapkan bahwa situasi belajar anak didiknya sedikit berubah lebih baik. Mereka telah menggunakan bangun bekas Masjid Desa. Statusnya masih darurat, namun Siti merasa kondisi itu sudah lebih baik. Selain itu, Siti dan suami telah mendapatkan rumah hunian yang berdekatan dengan tempatnya bekerja. Sehingga perjalanan tidak sepanjang dahulu. Belakangan kata Siti, bantuan pemerintah daerah juga telah diberikan.

“Bangunan itu darurat. Tempatnya berada di perempatan bersudut-an dengan balai UPT,” kata Siti.

Kini jumlah anak-anak sekolah di TK itu telah mencapai 32 anak. Seiring bertambahnya jumlah anak TK, Siti berharap Pemerintah Daerah dapat membangunkan sebuah sekolah TK untuk Sandalan. Rencananya, sekolah TK baru itu nantinya akan diberi nama TK Dewi Sartika. “Saya tidak punya harapan lebih, kalau bisa dibangunkan sekolah. Supaya kami di Sandalan bisa lebih maksimal dalam mendidik anak-anak,” Ujar siti berharap.

“Kalau harapan saya sudah sering diberikan harapan gantung. Sudah sering Bupati berkunjung kesana,” imbuhnya.

Tidak hanya menjadi guru di TK. Siti juga meluangkan waktunya untuk mengajarkan bacaan Quran untuk anak-anak di Sandalan. Di rumahnya, setiap sore hari. “Disana saya juga tidak hanya mengajar di TK, saya menawarkan diri kepada warga ‘ayok siapa anaknya yang mau belajar ngaji’ di rumah tapi waktunya jam 3 atau 4 siang saja,” Tutur Siti.

Untuk diketahui, atas dedikasinya itu, Siti Romlah Irjayanti dianugerahi penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE – KIM) pada peringatan Hari Kartini 21 April 2022. Hal demikian itu membuatnya terus bersemangat menebarkan manfaat yang lebih luas. (Nal)

Related posts