Pojok6.id (Kota Gorontalo) – Kritikan terhadap penanganan sampah di Kota Gorontalo yang dilayangkan Syawal Hamjati, mengatasnamakan HMI mendapat tanggapan menohok dari Hadi Sutrisno, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo.
Menurut Hadi, sah-sah saja Syawal menyoroti penanganan sampah di ibu kota Provinsi Gorontalo itu. Hanya saja, kata Hadi sebelum memberikan kritikan, Syawal harusnya terlebih dahulu berkaca dengan organisasi tempatnya bernaung. Apakah sudah berkontribusi langsung di lapangan menangani soal sampah.
“Kalau sudah berkontribusi, perlu diapresiasi. Tapi, kalau belum, Syawal harusnya malu dengan anak Pramuka yang masih SD. Mereka sudah turun bersama pemerintah membersihkan lingkungan masjid dan sekolah mereka, melalui gerakan Pramuka Penjaga Lingkungan,” ujar Hadi.
Ia menambahkan, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Seluruh kalangan perlu turun tangan. Tidak hanya lewat kritikan di media, tapi dengan aksi nyata.
Masih kata Hadi, terkait tempat pembuangan sementara (TPS), mekanismenya sudah diatur oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). TPS dibuat untuk penampungan sementara dan akan diangkut ke TPA, setelah pengangkutan dari rumah-rumah selesai dilakukan gerobak motor (Getor) listrik yang tersebar di seluruh kelurahan.
Lebih lanjut, Hadi menuturkan, Syawal harusnya buka mata lebar-lebar dengan langkah luar biasa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, yang belum tentu dilakukan oleh daerah lain.
“Pak wali sudah berdarah-darah dalam mengatasi sampah. Lihat saja di berbagai media dan media sosial terkait kebijakan yang beliau lakukan. Mungkin Syawal kurang membaca,” ujar Hadi.
Lebih jauh Hadi menyatakan rasa curiganya kepada Syawal, yang hanya mengkritik Pemkot Gorontalo saja. Sementara disisi lain, persoalan sampah juga terjadi di daerah lain.
“Saya curiga, Syawal punya tendensi lain dalam memberikan kritikan ini,” ujar Hadi tersenyum.
