Pemkab Pohuwato Alokasi Anggaran 5,8 Milyar Rupiah untuk Beasiswa SD/SMP 

Alokasi Anggaran
Kepala Baperlitbang Daerah Pohuwato Irfan Saleh Selasa, 15 Maret 2022 saat menyerahkan beasiswa KTPS kepada siswa di Kecamatan Patilanggio (Foto : Zainal)

Pojok6.id (Pohuwato) – Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran sebesar 5.8 milyar rupiah untuk program beasiswa jenjang SD maupun SMP. Pemberian beasiswa diharapkan jadi penyemangat siswa belajar di sekolah.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Pohuwato menyebut ada dua program beasiswa yang diberikan, diantaranya Kartu Prestasi Tuntas Sekolah (KPTS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

“PIP diserahkan setiap semester, beda dengan kartu prestasi tuntas sekolah(KPTS) yang diserahkan pertahun,” Kata Selvis Umar saat ditemui pada Kamis (17/03/2022).

Read More

Dalam daftar rincian anggaran 5.8 Miliar rupiah itu dibagi untuk dua jenjang sekolah. Diantaranya jenjang SMP sekitar 2.237.250.000, sedangkan untuk jenjang SD sekitar 3.621.925.000.

Penyerahan beasiswa ini akan diberikan bertahap. Untuk perdana, pemberian beasiswa tersebut telah diserahkan secara simbolis sejak, Selasa, (15/3/2022) pada Gerakan Bersama Melayani Rakyat Sehat Maju Sejahtera (Gebyar SMS) Tahun 2022, di Kecamatan Patilanggio.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Pohuwato, Irfan Saleh mengungkapkan saat ini program beasiswa bagi peserta didik menjadi salah satu misi pembangunan pemerintahan Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga dan Wakilnya,Suharsi Igirisa.

Ada 8 program prioritas dan 20 program unggulan gratis yang telah direncanakan, sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PJMD) Kabupaten Pohuwato 2021 – 2026.

“Itu salah satu dari 20 gratis visi-misi SMS di distribusikan secara simbolis. Tujuannya untuk mengurangi angka putus sekolah,” Ungkapnya.

Dirinya menyebut program beasiswa  ituditujukan bagi anak sekolah kurang mampu dan berprestasi. Pemenuhan sektor pendidikan adalah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Selain itu, kata dia pemenuhan aspek pendidikan akan berpengaruh pada aspek kemiskinan dan kesejahteraan.

“Disisi lain anggaran berkurang, kita berupaya untuk mempertahankan program-program prioritas dan sangat mendasar,” Jelas Irfan.(Nal)

Related posts