Melalui KKN Kolaborasi, UGM – UNG Berkomitmen Majukan Kawasan Teluk Tomini

Rektor UNG, Penjabat Gubernur Gorontalo, dan para peserta KKN Kolaborasi UGM - UNG usai kegiatan Workshop. (Foto: Humas UNG)

Pojok6.id (UNG) – Rektor (UNG), Prof. Eduart Wolok, menyatakan bahwa Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi, yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato. Tema KKN Kolaborasi tahun ini tidak jauh beda dengan tema tahun lalu, yakni Pengembangan Kawasan Teluk Tomini.

“KKN Kolaboratif UGM-UNG ini adalah bagian dari MOU UGM – UNG yang ditandangani pada awal 2022 lalu, saat Rektor UGM masih dijabat Prof Panut Mulyono. Kini, setelah Rektor UGM dijabat Prof. Ova Emilia, program kolaborasi ini terus dilanjutkan. Prof Ova bahkan saat ke Gorontalo sewaktu diundang memberikan orasi ilmiah pada wisuda UNG, telah bertemu dengan beberapa kepala desa yang menjadi tempat pelaksanaan KKN,” ungkap Eduart.

Menurutnya, kegiatan ini juga berkat kolaborasi dengan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada Yogyakarta – Gorontalo dan Caritra Yogyakarta.

Read More

Sebelum terjun kelima desa lokasi KKN, peserta KKN Kolaborasi UNG dan UGM beserta perangkat desa tempat dilaksanakannya KKN, mengikuti Workshop Masterplan Desa Program Desa Berinovasi yang dilaksanakan pada Senin, 26 Juni 2023 di Aula Pascasarjana UNG.

Workshop dilaksanakan sehari penuh di Aula Pascasarjana UNG dengan menghadirkan narasumber dari Caritra Yogyakarta. Workshop ini dibuka langsung oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya Ismail Pakaya. Selain membuka workshop, Penjabat Gubernur juga melepas secara resmi peserta KKN Kolaborasi UGM-UNG dengan penyematan kartu identitas peserta kepada perwakilan mahasiswa UGM dan UNG.

Koordinator KKN UGM di Gorontalo, Muhammad Sulaiman, mengatakan Workshop Masterplan Desa terlaksana karena adanya kerjasama antara UGM, Caritra dan Pusat Inovasi UNG pada periode KKN ini.

“Sebelum turun ke lapangan mahasiswa sudah mengenal perangkat desa dan perangkat kecamatan, permasalahan dan juga hal-hal yang diharuskan dari pihak desa sehingga besok ketika turun ke lapangan sudah mempunyai gambaran yang lebih baik dan bisa melaksanakan program KKN Kolaborasinya akselerasinya lebih baik lagi,” jelasnya.

Dalam workshop ini, lanjut Sulaiman, peserta diberikan materi berupa pengantar masterplan desa dan dokumen perencanaan desa, kebutuhan data perencanaan masterplan, identifikasi potensi dan permasalahan desa, penyusunan masa depan desa dan program pembangunan, merumuskan masa depan desa melalui program pengembangan dan pembangunan prioritas.

“Kita berharap dengan melalui workshop ini, peserta KKN Kolaborasi UNG dan UGM dapat mendorong inovasi-inovasi desa untuk menjawab tantangan pembangunan yang ada di desa,” pungkasnya. (Adv)

Related posts