Layanan Gratis Perawatan Luka Diabetes Digelar InWOCNA Gorontalo

Suasana praktikum pelatihan dasar perawatan luka yang digelar oleh DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Minggu (8/12/2019). (Foto : Haris – Humas)

– Dewan Pengurus Wilayah (Indonesian Wound Ostonomy Continence Nurse Association) Provinsi Gorontalo memberikan pelayanan gratis perawatan luka diabetes yang digelar di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Minggu (8/12/2019). Sebanyak 20 warga dengan luka diabetes memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan sekaligus memperoleh perawatan luka yang dideritanya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo Ari Tangahu menjelaskan, perawatan luka tersebut merupakan rangkaian dari Basic Certified Wound Care Nurses (BCWCN) atau pelatihan dasar perawatan luka bagi perawat. Pelatihan dilakukan dengan metode teori, praktikum, serta skill side atau penerapan sisi keahlian untuk perawatan luka.

“Pada skill side ini kita membuka kesempatan bagi 20 penderita luka diabetes untuk mendapatkan perawatan luka secara gratis. Alhamdulillah mendapatkan antusias dari masyarakat,” ujar Ari.

Read More

Ari menambahkan, perawatan luka yang dilakukan oleh InWOCNA menggunakan menggunakan metode Advance Dressing atau perawatan luka modern. Berbeda dengan perawatan luka konvensional yang masih menggunakan kain kasa, obat merah, dan alkohol, pada metode Advance Dressing sudah menggunakan bahan-bahan modern seperti anti mikrobial, salep, bubuk powder, gel, serta balutan yang sesuai dengan jenis luka.

“Pada metode advance dressing penyembuhan luka lebih cepat dan komprehensif. Gaya balutannya pun bermacam-macam, ada balutan granulasi untuk pertumbuhan jaringan dari bawah ke atas, ada juga balutan antimikrobial untuk pengangkatan bakteri,” tuturnya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo berharap melalui pelatihan dasar perawatan luka dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Khusus untuk para penderita luka diabetes, diharapkan para perawat yang telah memperoleh pelatihan bisa mencegah terjadinya amputasi.

“Harapannya untuk penyembuhan luka diabetes insyaallah tidak sampai diamputasi,” tandas Ari.

Pelatihan dasar perawatan luka berlangsung selama empat hari dari tanggal 6 hingga 9 Desember 2019. Pelatihan diikuti oleh 30 perawat utusan dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, dengan narasumber Dr. Suryadi, guru besar perawatan luka yang memperoleh spesialis perawatan luka dari Jepang. (Adv)

Sumber : Humas

 

Related posts