Jadi Narasumber di Webinar Nasional, Dosen FSB UNG Soroti Peran Sastra Menjaga Jati Diri Bangsa di Era Global

Dosen PBI FSB UNG, Dr. Magdalena Baga saat menjadi narasumber dalam kegiatan webinar nasional bertajuk “Krisis Identitas Budaya di Era Global: Peran Sastra dalam Menjaga Jati Diri Bangsa.” (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) — Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Magdalena Baga, S.S., M.Si., dipercaya menjadi narasumber dalam Webinar Nasional bertajuk “Krisis Identitas Budaya di Era Global: Peran Sastra dalam Menjaga Jati Diri Bangsa.”

Webinar yang diselenggarakan oleh Metro Press Indonesia tersebut digelar secara daring melalui Zoom dan terbuka untuk umum. Dalam kegiatan ini, Dr. Magdalena Baga hadir sebagai narasumber dengan Gusrianto, S.Kom., bertindak sebagai moderator.

Keterlibatan akademisi FSB UNG dalam forum nasional tersebut menjadi momentum penting, untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam membahas persoalan kebudayaan yang semakin kompleks di tengah arus globalisasi.

Read More

Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan global yang berlangsung begitu cepat telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola pikir, gaya hidup, penggunaan bahasa, hingga cara generasi muda memandang dan memaknai budaya lokal.

Dalam situasi tersebut, sastra memiliki posisi strategis sebagai salah satu media untuk menjaga ingatan dan identitas budaya masyarakat. Sastra tidak hanya hadir sebagai karya seni berbasis bahasa, tetapi juga menjadi ruang untuk merekam pengalaman, nilai, tradisi, serta pandangan hidup yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui karya sastra, berbagai kekayaan budaya lokal dapat terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Cerita rakyat, tradisi, bahasa daerah, nilai-nilai sosial, hingga kearifan lokal dapat dikemas dalam karya yang lebih dekat dengan kehidupan pembaca, khususnya generasi muda.

Sastra juga memiliki kekuatan untuk memperkenalkan kembali identitas budaya, dalam bentuk yang kreatif dan kontekstual. Dengan demikian, sastra dapat menjadi jembatan antara warisan budaya masa lalu dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Pembahasan mengenai peran sastra menjadi semakin penting, ketika masyarakat berada dalam arus pertukaran budaya global yang semakin terbuka. Di satu sisi, globalisasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai budaya dunia. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga dapat membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya sendiri, apabila tidak diimbangi dengan penguatan identitas.

Dalam konteks inilah, keterlibatan Dr. Magdalena Baga dalam webinar nasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi FSB UNG, dalam menghadirkan perspektif ilmiah mengenai persoalan sastra, budaya, dan identitas bangsa.

Keikutsertaan akademisi dalam forum nasional juga memperluas ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat mendorong kesadaran bersama, bahwa menjaga budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebudayaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan akademisi, generasi muda, komunitas, dan masyarakat secara luas.

Webinar tersebut sekaligus mengajak peserta untuk melihat sastra dari perspektif yang lebih luas. Sastra bukan sekadar bacaan atau karya estetis, melainkan dapat menjadi instrumen untuk mempertahankan nilai budaya, memperkuat identitas, dan merawat jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.

Selain memperoleh wawasan dari narasumber, peserta webinar juga mendapatkan fasilitas sertifikat gratis 2 JP dan materi webinar. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademik, dengan perhatian masyarakat terhadap tantangan kebudayaan di era global.

Kehadiran Dr. Magdalena Baga dalam forum nasional tersebut semakin mempertegas kontribusi FSB UNG, dalam memperluas kiprah akademik di bidang sastra, budaya, dan pendidikan. Melalui ruang-ruang akademik seperti ini, perguruan tinggi terus didorong untuk mengambil peran dalam menjaga kekayaan budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah dinamika global. (Adv)

Related posts