Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD), dengan tema Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usahatani Konservasi dalam Budidaya Jagung di Lahan Miring, Selasa (4/11/2025), di halaman Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili menyampaikan, bahwa kajian penelitian ini menjadi penting, sekaligus sejalan dengan program Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga keseimbangan lingkungan melalui praktik pertanian yang ramah konservasi.
“Sehingga kita berharap hasil riset seperti ini bisa langsung diimplementasikan. Jangan hanya berhenti di tataran akademik, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi petani dan lingkungan,” kata Wahyudin.
Wahyudin menjelaskan, bahwa Bappeda Provinsi Gorontalo sendiri memiliki bidang khusus yang berfokus pada pengembangan inovasi, sehingga penelitian berbasis penerapan seperti ini sangat relevan untuk mendukung arah kebijakan pembangunan daerah.
“Kami mendorong agar kajian ini menjadi riset implementatif yang mendukung inovasi daerah, bukan sekadar penelitian dasar. Kita ingin hasilnya bisa diterapkan langsung di lapangan,” harapnya.
Sementara dalam kajian tersebut, turut menghadirkan tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo yang terdiri atas Zulham Sirajuddin, Ph.D, Fardyansyah Hasan, SP., M.Si, Ivana Butolo, SE., MP, dan Gema Putra Baculu, S.I., M.PA.
Melalui kajian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan pemerintah daerah dalam pengelolaan lahan miring, sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. (Adv)
